Home arrow Politik arrow Masyarakat Ideal Islami
Wednesday, 20 August 2008
Masyarakat Ideal Islami PDF Cetak E-mail
Saturday, 19 July 2008
Machu Picchu (Peru) sama sama memiliki kesophistikasian kota dengan Persepolis (Iran).  Rancangan radikal dari Cusco atau Benin Efi seiring dengan kecanggihan geomitris Kota Sorgawi (Heavenly city) imperial Cina. Ibn Khaldun – abad 14 -  mengkonsepkan kota dengan aspek yang lengkap dalam tulisannya Muqadimah seolah ingin menyatakan bahwa kota merupakan bukti dari satu “peradaban”. Tapi hingga sekarang Masyarakat Ideal masih merupakan harapan dan cita cita bagi mereka yang optimis dan dianggap utopia bagi yang pesimis. Islam memastkan bahwa masyarakat Ideal Islami akan terjadi di masa datang!.

Sejarah telah menuliskan dimana para ilmuwan dan pemikir berusaha untuk membentuk "masyarakat ideal", mereka berusaha untuk menjelaskan tetang keinginannya  dengan berbagai cara sehingga pandangan satu dengan yang lain berbeda. Dari sekian banyak pemikir, kita ketahui seorang yang paling pemikir lama, Plato dimana dalam Republiknya pada bagian Timaus dan Kretias telah menuliskan tentang "Kota Idaman". Sesudah itu beberapa pemikir Islam pun menyatakan pendapatnya, seperti Farabi : kitabnya : Pandangan Penduduk Kota Fadhilah (Ara' Ahl al Madinah al Fadhilah) dan Abu Hasan Samiri : As Sa'adah wal Is'ad". Begitu juga dari kalangan Kristen seperti Saint Agustine : Kota Tuhan, Thomas Murder, Fancis Baccon dan sekian banyak lagi pemikir dunia berusaha untuk membentuk opini tentang masyarakat ideal.

 

Masyarakat secara uruf berarti kelompok dan secara khusus bermakna : kelompok manusia, baik kumpulan manusia yang berada di satu desa, kota maupun satu negeri. Seperti : masyarakat Indonesia, Malaysia dan... atau masyarakat Asia, baik kelompok ini beragama satu ataupun berbeda atau untuk satu profesi tertentu maupun tidak. Ini semua hanya dari tinjauan difinisi bahasa. Sementra tidak ada kepastian dari para ahli kemasyrakatan untuk mendifinisikannya secara leksikal sehingga dapat menyatakan bahwa masyarakat bermakna begitu besar sehingga dapat diterima oleh kebanyakan para ahli kemasyarakatan.(apalagi difinisi hakiki yang memenuhi standart falsafah dan logika).

 

Sebagian pemikir memberikan pandangan yang hanya berupa khayalan dimana kemungkinan untuk jadi nyata dari pandangannya merupakan kemustahilan, atau tidak mungkin seseorang dapat membayangkan hal itu akan dapat terjadi. Betapa hal yang penting ini hanya menjadi hal satu khayalan dan bukan hanya itu, kadang kala pandangan mereka hanya merupakan utopi dan lebih jauh membahayakan kehidupa manusia.

 

Maka Masyarakat Ideal akan menjadi kenyataan (bukan merupakan hal yang khayalan dan berbahaya bagi manusia ) kalau memiliki tiga kreteria :

I. Berlandaskan pada fakta, sesuai dengan kenyataan lingkungan, psikology dan kemasyaraktan.

II.Bersama dengan langkah praktis, jadi tidak hanya berupa teori. tapi memberikan sistim dan formula (cara) untuk mencapainya.

III.Menentukan tujuan, baik tujuan umum yang menjadi tujuan akhir yang asli ataupun tujuan antara , yangmana tujuan itu memiliki tahapan sehingga terbentuknya masyarakat yang diharapkan. Kesemuanya ini dipaparkan pada masyarakat sehingga mereka berusaha bersama untuk mencapai tujuan ini.

 

Hal yang paling penting dalam permasalahan ini adalah penentuan dan pengetahuan tentang tujuan aktifitas masyarakat. Setiap aktifitas yang rasional memiliki tujuan, maka ketika satu aktifitas yang rasional hendak diaplikasikan, harus memilih atau ditetapkan dulu tujuan. Sebelum memulai satu aktifitas perubahan dan pergantian serta perbaikan dalam masyarakat, harus ditentukan dahulu tujuan akhir yang merupakan tujuan asli dan begitu juga tujuan menengah sebagai tujuan antara sehinga akan terbentuklah satu guard-line untuk sampai pada tujuan. Sekalipun bentuk tujuan tersebut ditentukan berupa bentukan tujuan yang general,rencana bentukan masyarakat yang diinginkan, sehingga akan dapat menentukan semua hal yang berhubungan dengan tujuan dapat dipersiapkan, baik berupa keperluan fisik maupun non-fisik sebagai alat (sarana) untuk sampai pada tujuan. Dengan menetapkan tujuan yang lebih jelas dan detail maka semua sarana yang diperlukan akan lebih pasti/jelas sehingga bentukan tujuan dari yang diinginkanpun lebih akan realistic dan dipastikan untuk dapat dicapai.

 

Masyarakat dan aturan

 

Insan berdasarkan fitrah muwahidnya akan mengabdi pada keEsaan Zat Ilahi tapi secara alami dia akan menghamba pada yang lain, karena mansuia:

·                     Dari sisi Thin (tanah): "Sesungguhnya Kuciptakan manusia dari tanah" (Shad 71) memiliki sifat alami(thabiat).

·                     Dari sisi ruh : "Kumasukkan padanya dari ruhKu" (Shad 72). memiliki sifat fitrah.

Dengan dasar fitrahnya pula dia memiliki unsur yang alim, arif dan ahli qisth dan adil yang menjawab : “Apakah Aku adalah Tuhan Mu?” dengan jawaban : “Ya”, tapi karena thabiatnya dia mencari penghambaan dan penguasanya yang dapat diindera sehingga terbentanglah jarak dengan  alam fitrah. Kalau saja dia dilepaskan dengan sifat thabiatnya dan bergerak dengan pencarian penghambaan maka manusia tidak akan memiliki batasan "kecukupan" (berhenti), sehingga akan memelukan banyak perkara tidak akan didapatkannya dengan kesendiriannya.

 

Semua kekhawatiran Qur'an didasari pada permasalahan ini, didasari dari thabiat manusia yang menjadikannya hancur. Ketika manusia dapat menguasai yang lain maka dia kan menjadi : Ana rabbukum a'la (aku tuhanmu yang maha tinggi)  (Nazi'at 24). Pastilah masyarakat dengan bentukan  insan seperti ini, tidak akan memiliki aturan dan undang undang yang benar dan akan membentuk kontradiksi dan pertikaian, kekacauan dan fasad dan akhirnya menuju kehancuran. Hal ini melazimkan adanya kelompok yang menguasai untuk perhidmatan dari yang lain sehingga kepatuhan pada hukum menjadi kelaziman sekunder. Maka diperlukan satu sistim hukum sehingga tidak ada yang menguasai yang lain, manusia hanya akan membentuk kehidupan bermasyarakat dengan baik bila dibawah sistim yang adil.

 

Qur'an dalam surah Qaf ayat 5 : ..tapi mereka mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka..maka mereka dalam keadaan kacau balau..menunjukkan dimana dalam masyarakat adanya penentangan dari dalam, dengan adanya penentangan ilmu, amal dan pemikiran yang telah disepakati, sehingga akan berakibat tidak mungkinnya sampai pada kesempurnaan yang ideal. Hal ini dikarenakan oleh: sistim tampa aturan tidak mungkin terbentuk. Aturan yang benarpun harus mencakup semua aspek kemanusiaan, serta keberadaan  semua potensi manusia perlu adanya program yang menyalurkan keperluan itu.

 

Qanun (aturan) yang  benar akan membawa manusia menuju kebahagian, yaitu  harmonis dengan takwin  penciptaan manusia dan alam. Insan memang memerlukan alam tapi tidak dapat dapat secara menyeluruh menguasai nya dan begitu juga sebaliknya, sehingga tidak mungkin dapat mencapai kesempurnaan aturan yang dibuat oleh unsur ini yang mana kesemuanya tidak mengetahui detail keadaannya. Harus kembali pada pencipta seluruhnya sehingga dapat mengatur hubungan diantara semuanya. Tidak ada lain hanya Allah yang dapat membuat aturan itu sebagaimana diungkapkan oleh Qur'am : Sesungguhnya hukum hanya pada Allah (Yusuf 40).Dialah yang menjadikan hukum untuk membawa pada kebahagiaan.

 

Manusi dan dunia, keduanya memiliki hubungan ubudiyah pada Allah, maka dengan dalil ini insan harus mengabdi (taabud) pula dalam hukum syariat Ilahi, sehingga dia hanya akan mentaati hukum yang sempurna."Sesungguhnya semua yang dilangit dan bumi datang dari Allah sebagai hamba"  (Maryam 93).

Secara rasional dapat dikatakan : Allah sang pencipta alam dan insan dan menjadikah hubungan diantara keduanya serta mengetahui maslahat dan kebahagianan makhluqnya, Hakim secara Mutlaq, tidak akan membiarkan insan : "Apakah insan mengira akan dibiarkan begitu saja(sia sia)" (Qiyamat 36). Dialah yang betanggung jawab untuk menjadikan hukum yang membawa pada kebahagiaan, maka dengan ini sudah akan memadai untuk membuktikan Allah sebagai Mabda' Hakim dan Pembuktian kenabian. Mereka yang tidak menerima kenabian berarti tidak mengetahui Tuhan dengan baik: "Mereka tidak mengetahui kemampuan Allah sebagaimana mestinya (hakiaktnya)". (Al An'am 91).

 

Tujuan asli (dasar) dan akhir dari Masyarakat Ideal dalam Islam adalah menyempurnakan hakikat insan yang mana hal ini tidak mungkin dicapai kecuali dengan adanya:

a. Pengetahuan pada Allah.

b.Penyembahan pada Allah.

c.Taat sepenuhnya pada perintah dan laranganNya.

d.Pengharapkan mendapatkan ridho Allah.

e.Pendekatan diri pada Allah.

 

Semua pemaham itu memiliki pemahaman yang terpisah dan memiliki tahapan, tiap tahapannya dapat dilihat dalam masyarakat. Minimal dalam Masyarakat Ideal Islam tidak akan ada orang yang lupa pada Allah secara dengan sengaja dan terbuka, yaitu tidak akan tejadinya pelanggaran terhadap hukum Ilahi dan pelaku kefasikan dan fujur dihadapan khalayak umum. Tentu hal ini harus diusahakan sehingga lebih jauh dari itu, dimana orang tidak melakukan perbuat dosa sekalipun tidak didepan khalayak ramai.

 

Untuk mengetahui hal ini maka diperlukan organ pemerintahan yang memantau sejauh mana hal tersebut diatas terdapat atau terlaksana dalam masyarakat, petumbuhan akidah,akhlaq dan semua perbuatan dari hasil pendidikan dan pentarbiahan hukum Islam.

 

Janji Allah

 

Allah menjanjikan manusia akan terjadinya masyarakat ideal di bumi ini :

Dan Allah telah berjanji kepada orang orang ayng beriman diantara kamu dan mengerjakan amal amal shaleh bahwa Dia sungguh sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (khalifah) di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi merekaagama yang telah diridhoiNya untuk mereka, dan Dia benar benar akan menukar keadaan mereka , sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman. Mereka menyembah-Ku dan tidak meyekutukan Aku. (AnNur 55).

Masyarakat ideal Islam tampak dari Pandangan Dunia dan Idiologinya. Pada masyarakat ideal Islam memiliki individu yang ada didalamnya berusaha mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan hakiki, dengan kata lain, Bahwa dinamika aktivitas yang ada dalam masyarakat tersebut tergantung dengan tujuan akhir dan aslinya.Dalam kehidupan manusia di dunia ini akan terlihat ada beberapa hubungan yang mereka miliki :

·                     Hubungan dengan Allah.

·                     Hubungan dengan dirinya sendiri.

·                     Hubungan dengan tabiat (ekosistim: bebatuan, tumbuhan dan hewan)

·                     Hubungan dengan insan yang lain.

 

Dalam  masyarakat ideal Islami,  selain adanya  kwalitas hubungan pribadi dengan Allah dan pribadi dengan alam dia juga harus terjadi pula pentarbiyahan pada semua hal yang menyangkut akidah. Akhlaq dan aktifitasnya akan menjadikan keseimbangan dan tidak melakukan kesalahan.

Sebelumnya, pada peringkat pertama harus dididik dahulu dasar dan fundament pandangan dunia dan idieologi Islam untuk setiap individu dalam masyarakat. Jadi merupakan tujuan penting dalam pendidikan adalah mendidik dan mentarbiyah ilmu usul dan furu' agama dan mazhab pada masyarakat, baru kemudian semua ilmu pengetahun dan skill agar dapat memenuhi keperluan materinya. Harus ada instrumen yang mengangkat dan menyempurnakan maknawi,nafsani dan ruh insan. Maka masyarakat ideal adalah kumpulan individu mukmin, muta'abid, muttaqi, dan adil sebagai ekspresi dari ayat: “…yang beriman diantara kalian dan beramal shalihat”, yaitu beriman pada ajaran dan ahkam Islam juga pada birokrasi dan nilai dan perbuatan agama suci ini. Jadi masyarakat ideal Islami adalah masyarakat ideal tauhid yang mana memiliki syarat terlaksananya iman dan amal shaleh.

 

Tidak dapat ditolak bahwa masyarakat ideal tauhid akan mengahdapi musuh yang akan selalu menghilangkan semua kekhususan nilai dasar tauhid. Musuh yang akan menggunakan semua yang mereka miliki melawan masyarakat ideal tauhid yang sebaliknya akan mempertahankan semua yang dimilikinya untuk keperluan tujuan kehidupannya yaitu mengetahui Allah dan menyembahNya sehingga mereka akan memepertahankannya dengan jidah suci dan difa'.

"Sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah" (Al Anfal 39).

Mereka pun telah mempersiapkan segala sesuatunya untukmenghadapi hal seperti ini, maka kesiapan yang selalu dibuatnya dalam sebua bidang dan semua disiplin ilmu memungkinkan mereka berhasil untuk mecegah berhasilnya musuh menguasai mereka. "Dan pesiapkan untuk menghadapi mereka kekuatan apa saj yang kamu sanggupi..." (Al Anfal 60).

 

Allah berjanji akan membantu mempertahankan mukminin dan muwahidin dari serangan dan kedholiman: Pastilah Allah akan menolong orang  yang menolong (agama)Nya..Sesungguhnya Allah benar benar Maha Kuat lagi Maha perkasa....yaitu orang orang yang jika Kami teguhkan (kedudukannya) dimuka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, memberikan zakat dan memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan". (Al Hajj 40- 41). [IM/R]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Views: 60

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • ATURAN DISKUSI
  • Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
  • Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
  • Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
  • Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
  • SELAMAT BERDISKUSI
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

ISLAM MUHAMMADI_IM
ISLAM MUHAMMADI -
All right reserved 2008. AKOCOMMENT

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mampus Israel..!!

Komentar Pembaca

Padamu Negri
Padamu Negri
ahsan, ahsan,tayyib, memang ha...
09/08/08 12:31 .

Aksi Kemanusiaan Tentara AS di Iraq
Allahhu akbar
saudaraku umat islam dimanapun...
07/08/08 12:59 .

JIHAD HUSEINI
-
nusantaraempire.wordpress.com
01/08/08 20:25 .

Al-Zawahiri: Dalam waktu dekat Israel da...
Dasar Khawarij dan Syiah
Khawarij Dengan Syiah koq berh...
30/07/08 20:10 .

Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi (I)
malaikat jibril a.s
Pada tanggal 3 bulan juli th 2...
28/07/08 21:46 .

Terjemah Al Quran Sesuai Dengan Tafsir A...
terjemah tafsir al-mizan
tolong data-data tentang terje...
28/07/08 12:26 .

Al Quran Termahal di Dunia
Bukan Bid'ah lah...kalau Bid'a...
27/07/08 23:20 .

Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tent...
renungkanlah!!
assalamu\'alaikum.. pertama s...
15/07/08 08:07 .

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Artikel Terkait

Karikatur

Genosida di Iraq

Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator

Galeri

   Hak Cipta © 2007-2008 Islam Muhammadi, All Rights Reserved

   Kontak Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya