Home
Wednesday, 20 August 2008
Lebanon Negeri Perlawanan dan Perjuangan PDF Cetak E-mail
Thursday, 03 July 2008
Lebanon membentuk barisan perlawanan dengan nama Moqawamah. Mereka berhasil membebaskan Lebanon selatan dari pendudukan zionis. Ketika tentara Zionis menyerang bulan Juli 2006, Moqawamah berhasil membuat pasukan zionis bertukuk lutut. Lebanon dengan moqawamah dan Hezbollah, kini bak primadona yang dicintai oleh masyarakat dunia.


Lebanon adalah salah satu negara Arab yang hanya memiliki luas wilayah sekitar 10.400 kilometer persegi dengan populasi jumlah penduduknya yang tidak lebih dari empat juta jiwa. Negara ini secara geografis berbatasan dengan Suriah di utara dan timur, dengan Palestina di selatan dan dengan laut Meditterania di barat. Lebanon memiliki suhu udara, dan kondisi air, tanah dan hutan yang bagus. Sayangnya, akibat perang berkepanjangan, sebagian besar wilayah hutan dan tanah subur di negeri ini lenyap dan tak berfungsi.
 
Pada millenium ketiga sebelum Masehi, kaum Fenisia menghuni negeri ini. Lalu di abad keenam sebelum Masehi (tepatnya tahun 538 SM), Dinasti Achaemenid dari Persia menguasai wilayah ini dan Lebanon menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kisra. Pada abad keempat Masehi, orang-orang Nasrani mulai masuk ke negeri ini. Sedangkan orang-orang Arab dan Muslim mulai masuk Lebanon pada abad sembilan Masehi ketika kekuasaan Islam telah menguasai berbagai penjuru. Seiring dengan itu, kelompok Kristen dan Druz masing-masing telah memilih wilayah untuk mereka diami. Pada abad 11 suku Druz menyatakan masuk Islam dan mengikuti salah satu aliran Sufi.
 
Sejak lama, Lebanon selalu diwarnai intervensi asing. Prancis misalnya secara terus terang menyatakan mendukung kelompok Kristen Maronit Lebanon, sementara kelompok Druz di bawah kekuasaan Dinasti Ottoman Turki selalu berharap dukungan dan bantuan dari Inggris. Tahun 1840, meletus perang sengit antara kelompok Maronit dan Druz. Perang itu diwarnai dengan pembantaian massal kelompok Maronit oleh Druz. Prancis yang tidak terima dengan kenyataan itu segara intervensi secara langsung. Perang berhasil dihentikan dan Prancis lalu berunding dengan Inggris. Disepakati bahwa Lebanon akan dipimpin oleh seorang beragama Kristen dengan sistem pemerintahan otonomi.
 
Ketika Perang Dunia I usai, Lebanon jatuh dan dikuasai oleh pasukan sekutu yang lantas menyerahkannya kepada pemerintah Prancis. Sekutu memasukkan daerah lembah Bekaa dan Beirut ke dalam wilayah Lebanon dan memisahkannya dari Suriah. Kondisi itu tetap terjaga dan dilestarikan sampai Perang Dunia II meletus. Selama itu Lebanon berada di bawah kekuasaan Prancis.
 
Tahun 1943, warga Lebanon menuntut diselenggarakannya pemilihan umum. Pemilihan umum pun digelar dan rakyat memilih Presiden dan kabinetnya. Prancis yang tidak dapat menerima hal itu segera mengeluarkan keputusan mencekal presiden dan kabinet Lebanon. Akhirnya, setelah Perang Dunia II selesai, tepatnya tahun 1946, Prancis dan Inggris meninggalkan Lebanon.
 
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Di seberang negeri itu, di Palestina yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Inggris sebagai Mandataris PBB, berdiri sebuah rezim ilegal yang menggunakan nama Israel. Rezim bentukan orang-orang Zionis itu tak lebih dari anak haram imperialisme yang selalu akan berbuat demi kepentingan imperialis. Tahun 1967, Rezim Zionis Israel menggelar serangan militer ke Lebanon. Alasan yang dijadikan dasar penyerangan itu adalah bahwa Lebanon dijadikan tempat yang aman oleh para pejuang Palestina. Israel menuntut pemerintah Lebanon untuk segera mengusir para pejuang Palestina dari Lebanon. Sayangnya, Presiden Lebanon saat itu, Suleiman Frangieh menyetujui tuntutan Rezim Zionis itu.
 
Akibat dari kebijakan Presiden, Lebanon dibakar oleh konflik internal. tahun 1975, dengan alasan itu, kelompok Kristen Sayap Kanan Lebanon dan Maronit menyerang kamp pengungsi Palestina dan membunuh ratusan orang. Menyusul kejadian itu, pasukan Suriah yang merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian Arab masuk ke Lebanon untuk mencegah perpecahan di negara itu.
 
Bulan Juni 1982, Rezim Zionis Israel menyerang ibukota Lebanon, Beirut, dari berbagai penjuru. Akibatnya Beirut yang sebelumnya dikenal dengan sebutan “Pengantin Timur Tengah” dan “Paris Arab” hancur lebur. Gedung-gedung ambruk dan kota berubah menjadi gundukan puing. Ribuan orang tewas. Presiden Bachir Gemayel tak luput dari petaka. Ia tewas dalam sebuah ledakan bom hanya tiga pekan setelah diangkat menjadi Presiden.
 
Menyusul kematian Bachir, adiknya, Amin Gemayel, yang juga politisi menduduki posisi sang kakak. Dia diangkat sebagai Presiden Lebanon, sembilan hari setelah kematian Baschir. Bulan Mei tahun 1983, Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata.
 
September 1988, Jenderal Michel Aoun dari kelompok Kristen Maronit diambil sumpah sebagai Presiden sementara Lebanon. Dia lantas menunjuk Selim Al-Hoss, dari kelompok Muslim Sunni sebagai Perdana Menteri. Tahun 1989, dilakukan amandemen atas Undang-undang Dasar Lebanon dalam Sidang Thaif, Arab Saudi. Sidang itu dihadiri oleh parlemen Lebanon. Berdasarkan kesepakatan Taif, dilakukan perubahan pada konstitusi dan warga Muslim memperoleh hak wewenang dan kekuasaan yang lebih dalam mengatur negara. Michel Aoun menentang isi kesepakatan dan menyebutnya sebagai konspirasi Suriah.
 
Tanggal 5 November tahun 1989, Rene Moawad, dari kubu Kristen Maronit, dilantik sebagai Presiden. Namun, belum sempat ia menempati kantor kepresidenen, 17 hari setelah diambil sumpah jabatan, tanggal 22 November 1989 ia tewas dalam sebuah insiden ledakan bom mobil. Setelah kematian Moawad, Elias Hrawi dari kubu Kristen Maronit terpilih sebagai presiden.
 
Tahun 1990, berkat usaha dan kerja keras seluruh pihak (Muslim Syiah, Sunni dan semua kelompok lainnya), perang saudara di Lebanon berhasil dihentikan dan kesepakatan nasinal berhasil diwujudkan. Bulan Mei tahun 2000, setelah menduduki Lebanon selatan selama dua dekade, tentara Zionis lari tunggang langgang menyelamatkan diri setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari para pejuang Hezbollah. Peristiwa itu diramaikan dengan pesta di seluruh Lebanon. Akan tetapi di puncak kegembiraan itu, Presiden Emile Lahoud tetap mengingatkan bahwa negaranya tidak akan menandatangani perjanjian damai dengan Rezim Zionis Israel selama Israel belum mundur dari ladang subur Sheeba milik Lebanon dan Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Tentara Suriah sendiri akhirnya pada tanggal 9 Maret 2005, mundur dari Lebanon akibat berbagai tekanan dan peristiwa penting yang terjadi di negara itu.
 
Lebanon dengan multi entis dan keberagaman agamanya adalah negeri yang dimasuki oleh Islam pertama kali pada masa Khalifah Umar bin Khatthab. Abu Dzar al-Ghiffari pernah diasingkan ke wilayah ini. Namun meski berstatus orang yang diasingkan, Abu Dzar berperan besar dalam mengajarkan Islam kepada warga di sana. Warga kawasan Jabal Amel di waktu itu banyak mengenal Islam dari Abu Dzar.
 
Lebanon pernah menjadi wilayah ajang pertempuran sengit antara umat Islam dan Kristen. Dalam perang yang melibatkan kelompok Muslim pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi, sejumlah orang Kristen tewas di tangan Ayyubi dan banyak orang Islam yang terbunuh di tangan penguasa Kristen.
 
Muslim Syiah Lebanon menjadi mayoritas penduduk wilayah Jabal Amel, Tirus, timur Baalbeck, dan pinggiran kota Beirut. Sedangkan Muslim Sunni menjadi mayoritas di utara Lebanon seperti Tripoli dan sekitarnya. Sebagian warga Lebanon yang muslim adalah dari kelompok Druz yang mengikuti madzhab Ismailiyah. Kelompok ini mengikuti aliran yang dilahirkan oleh Mohammad Druzi di awal abad 11 Masehi. Kelompok terakhir ini sering terlibat perang berdarah melawan Kristen Maronit.
 
Dari sekitar 3,8 juta warga Lebanon, 59 persen menganut agama Islam dengan berbagai madzhabnya. Dari sisi ilmu keislaman, Lebanon adalah negeri yang melahirkan banyak ulama besar sepanjang sejarah Islam. Kini, di zaman ketika bangsa Arab dipermainkan oleh adi daya dunia dan rezim zionis Israel berkoar dengan penuh kepongahan, rakyat Lebanon membentuk barisan perlawanan dengan nama Moqawamah. Mereka berhasil membebaskan Lebanon selatan dari pendudukan zionis. Ketika tentara Zionis menyerang bulan Juli 2006, Moqawamah berhasil membuat pasukan zionis bertukuk lutut. Lebanon dengan moqawamah dan Hezbollah, kini bak primadona yang dicintai oleh masyarakat dunia.[im/mt/majmak taghrib]

 

 


Views: 287

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • ATURAN DISKUSI
  • Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
  • Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
  • Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
  • Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
  • SELAMAT BERDISKUSI
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

ISLAM MUHAMMADI_IM
ISLAM MUHAMMADI -
All right reserved 2008. AKOCOMMENT

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mampus Israel..!!

Komentar Pembaca

Padamu Negri
Padamu Negri
ahsan, ahsan,tayyib, memang ha...
09/08/08 12:31 .

Aksi Kemanusiaan Tentara AS di Iraq
Allahhu akbar
saudaraku umat islam dimanapun...
07/08/08 12:59 .

JIHAD HUSEINI
-
nusantaraempire.wordpress.com
01/08/08 20:25 .

Al-Zawahiri: Dalam waktu dekat Israel da...
Dasar Khawarij dan Syiah
Khawarij Dengan Syiah koq berh...
30/07/08 20:10 .

Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi (I)
malaikat jibril a.s
Pada tanggal 3 bulan juli th 2...
28/07/08 21:46 .

Terjemah Al Quran Sesuai Dengan Tafsir A...
terjemah tafsir al-mizan
tolong data-data tentang terje...
28/07/08 12:26 .

Al Quran Termahal di Dunia
Bukan Bid'ah lah...kalau Bid'a...
27/07/08 23:20 .

Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tent...
renungkanlah!!
assalamu\'alaikum.. pertama s...
15/07/08 08:07 .

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Artikel Terkait

Karikatur

Genosida di Iraq

Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator

Galeri

   Hak Cipta © 2007-2008 Islam Muhammadi, All Rights Reserved

   Kontak Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya