Operasi Opera yang digelar Israel tahun 1981 menjadi legenda dan dinyatakan sebagai mitos kemenangan serangan udara lintas negara bagi Israel. Serangan yang bermula dari Etzion (pusat AU Israel) dengan melintasi udara Yordania dan Saudia ini, telah dianggap Israel sebagai kemenangan besar karena berhasil menghacurkan reactor nuklir Iraq. Reactor nuklir Osiraq hancur luluh. Operasi ini dimitoskan dalam oleh Rodger W Clair dalam novel fiksinya Raid on the Sun. Karena operasi ini juga Israel mendapat kecaman dari PBB. Minachem Begin tidak menggubrisnya, karena menurutnya Iraq lebih baik tidak memiliki reactor nuklir karena akan menjadi potensi negative bagi negaranya.
Dengan mitos ini Israel sekarang sedang berfikir untuk menyerang Republik Islam di Iran. Minimal mereka memiliki alasan yang yang sama, yaitu melihat adanya potensi negative bagi negaranya. Dan hal ini tentunya merupakan hal yang sangat serious bagi negara seperti Israel. Untuk membuat “mitos” baru mereka mencoba kembali kekuatan AUnya di lautan meditarian dalm satu manofer militer besar, kalau tidak hendak dikatakan manofer AU terbesar yangpernah dilakukan Israel. Sekalipun Israel tidak secara langsung menyetakan bahwa manufer itu untuk persiapan penyerangan ke reactor nuklir Iran, tapi Amerika telah bertindak sebaai cubir Israel yan menjelaskan tujuan manofer tersebut.
Perlu dilihat adanya beberapa hal yang sangat mendasar terhadap rencana ini.
I.Israel mempersiapkan serangan ini dengan harapan akan dapat menyerang reactor nuklir Iran dalam waktu yang seminim mungkin dengan target semaksimal mungkin. Untuk itu mereka mempersiapkanarmada AU sedemikian besar, karena target yang hendak diserang tidak semuanya diperbatasan Iran, seperti reactor nuklir Bushehr didekat perbatasan Iran – Iraq, atau ditepi telek Parsia menghadap kebeberapa negara Arab. Tepi ekator Nataz berada ditengah tengah Iran, sehingga untuk menyerangnya Israel memerlukan skwadron yang tangguh untuk menempus kekautan militer Iran.
II. Israel masih berharap dengan greenlight (baca lampu hijau) Amerika dalam serangan ini, malah kalau bisa serangan ini dibantu secara langsung oleh kekuatan militer Amerika yang sudah sejak beberapa lama bercool di Afganistan dan Iraq serta negara negara Arab lainnya. Berbeda dengan serangan ke Tammuz 1 (nama lain dari Osiraq), dimana pada masa itu para ahli militer Amerika sudah ada di Iraq dalam rangka “membantu” Iraq menghadapi Iran, sehingga dari merekalah informasi detail didapat tentang keadaan di dalam negeri Iraq didapat, sehingga pasukan Iraq tidak dapat melakukan tindakan secara maksimal serangan tersebut.
III.Iraq pada masa itu sedang menghadapi Iran, jadi secara maksimal pasukan terfokus pada serangan yang datang dari Iran. Iraq tidak dapat membayangkan bahwa serangan itu datang dari arah negara negara Arab yang mereka percayai. Jadi serangan datang dari arah yang tidak mereka perkirakan sebagai arah serangan, karena menurut Iraq arah itu adalah arah aman, yangsecara meiiter tidak dijaga secara maksimal.
IV.Pada hakikatnya reactor ini sudah non aktif,karena Iran telah menhancurkannya setahun (30 September 1980) sebelum terjadinya Operasi Opera, sehingga memang reactor ini cenderung sudah non aktif. Dan sudah tidak menjadi tumpuan yang harus dipertahakan secara maksimal oleh militer Iraq. Jadi tidak heran dimana serangan –yang dimitoskan ini- "tidak" membawa membawa korban jiwa (korban yang jatuh hanya 11 orang, 10 tentara Iraqi dan seorang peneliti, Perancis yang ternyata adalah anggota Mosad, Damien Chaussapied). Padahal reactor hasil kerja sama dengan Perancis ini terbilang reactor nuklir yang cukup besar. Sehingga serangan yang seperti ini tidak mungkin hanya mengakibatkan korban sedikit.
V.Israel menggunakan kesempatan terbaiknya dari situasi yang ada pada Iraq pada masa itu, dengan informasi intelejen yang cukup memenuhi syarat untuk satu operasi militer. Kita masih ingat bahwa pada perang Iraq-Iran semua satelit intelejen Amerika memfokuskan aktifitasnya di atas diatas ruang orbit rendah kedua negara itu. Jadi tidak mustahil (baca:pasti) bahwa serangan Israel pun menggunakan service satelit Amerika dan intelejen Amerika yang sedang bekerja untuk Iraq melawan Iran pada masa itu.
Pada sisi lain, keberada Republik Islam Iran sekarang tidak akan dapat disamakan dengan keadaannya sekitar 25 tahun lalu. Iran Islami sudah sangat dewasa dengan pengalaman militernya. Kedewasaan ini dapat dilihat dengan posisi militer dan produk militer yang dimiliinya, lebih dari itu adanya persiapan yang matang dari iran untuk menghadapi situasi darurat yang setiap waktu boleh terjadi terhadap nengaranya. Untuk Iran serangan ini merupakan serangan yang predictable (yang sudah dapat diperhitungkan) dan terus diperhitungkan. Memang secara politis Iran selalu menyatakan bawa serangan semacam ini tidak mungkin terjadi, karena Iran measa yakin bahwa kalau hendak memperhitungkan satu operasi militer dengan batasan akal sehat, maka musuh Negara Islam ini tidak akan melakukan serangan apapun terhadap Iran.
Hal ini karena adanya beberapa alas an yang cukup kuat pada Republik Islam Iran, diantaranya:
I.Dengan kehadiran tentara Amerika di Afganisatan dan Iraq, militer Iran selalu dalam keadaan berjaga dan siaga. Iran tentulah melihat bahwa keberadaan musuh bebuyutannya di Iraq bukan hanya untuk menjajah Iraq saja tapi tentulahini merupakan langkah strategis yang memiliki tujuan militer juga (selain ekonomi). Karena hingga sekarang tidak ada yang dapat menetapkan bahwa penjajahan Amerka terhadap Iraq hanya untuk menguasai Iraq dan menutup kemungkian adanya serangan kenegara lain di teluk Parsi itu.
II.Keberadaan tentara Amerika di Bahrain, Kuwait dan Saudi Arabiya merupakan satu tanda lain untuk mendukung prediksi sebelum ini. Personal dan sejumlah peralatan perang di Negara Negara itu bukan hanya untuk dukungan logistic penjajahan Iraq, karena jumlah 140.000 personal sebenarnya tidak diperlukan didalam Negara yang dalam keadaan chaos itu. kecuali untuk alasan yang belum disebut, yaitu adanya kemungkinan serangan lain kenegara lain. Untuk itu Iran telah mempersiapkan keuatan militernya disepanjang tapal batas dengan Negara Negara Arab ini. Dan Iran sejak dini telah mengumumkan bahwa setiap serangan yang dilakukan oleh Amerika atau Israel ke Iran, maka mereka tidak ragu lagi akan menyerang semua pusat militer Amerika di setiap tempat di Negara Teluk.
III.Sepanjang sejarah Ravolusi, Iran selalu dibawah tekanan ekonomi dan militer oleh Negara Adikuasa termasuk Israel. Untuk bertahan dari setiap kemungkian yang akan terjadi, maka Iran telah bertindak mempersiapkan diri dari semua kemungkiannya, baik ekonomi dan juga militer. Iran juga termasuk negara yang memilki peruntukan biaya militer yang cukup besar, sebaai konsekwensinya, Iran memiliki kekuatan miter yang cukup tangguh, dengan siapapun yang hendak menceroboh negaranya, dengan catatan Iran hanya akan menggunakan semua kekuatannya itu untuk mempertahankan dirinya, dan bukan untuk mengusai negara lain. Untuk ini, maka Iran telah memiliki sekian banyak roket yang dapat menyusup hingga ke Israel pun – tentu roket ini melebihi kekutan Katushanya Hizbullah -.
IV.Satu kaidah umum yang diberikan oleh Iran untuk musuh musuh Revolusi Islam di Iran, bahwa setiap serangan ke Iran akan merupakan starting poin (titik permulaan) yang mana titik akhirnya tidak ada yang mengetahui, yaitu mereka boleh memuli tapi tidak aka nada yang dapat menentukan kapan peperangan itu berakhir. Untuk itu Israel boleh saja memulai, tapi jangan berfikir bahwa serangan itu hanya dapat berjalan sejauh mana yang diperkirakan mereka. Kalau mereka hendak menyerang iran dengan waktu sedikit mungkin bukanlah berarti perang akan berakhir setelah serangan itu berhenti, tapi mereka perlu membayangkan bawah serangan itu merupakan tanda mulai dari peperangan panjang, yang tidak ada yang dapat menentukan kapan akan berhenti.
V.Kesiapan moral yang dimiliki Iran tidak diragukan lagi. Kalau saja Sayid Hasan Narullah mengatakan bahwa dia bangga dengan keberadaannya dibawah Wilayatul Faqih, ini menunjukkan kesiapan moral semua yang ada dibawah Wilayatul Faqih, dan kekuatan moral ini tidak akan teratas pada batasan territorial, sehingga serangan balasanpun tidak akan terbatas pada batasan teritorial Iran, tapi semua posisi, dimanapun berada merupakan sasaran militer bagi pendukung Revolusi Islam di Iran. Bagi mereka yang mamahami keyakinan Islam, terutama dengan konspt Wilyatul Faqihnya, maka pandangan ini merupakan kelaziman dari pada satu keterikatan agamis diantara muslimin.
Untuk itu, tidak pelak lagi bahwa serangan Israel ke Iran akan menghancurkan Israel lebih dari pada apa yang dapat dilihat dari serangan Israel ke Hizbullah. Tidak ada yang dapat membayangkan betapa besar akibatnya atas bermulanya serangan Israel terhadap Iran.
Boleh jadi, dimana semua Negara Arab telah dipersenjatai Amerika untuk membentengi Israel, tapi tidak ada yang dapat memastikan bahwa serangan Iran tidak sampai ke ulu hati Israel dan juga Amerika dimanapun mereka berada. Peperangan ini merupakan peperangan yang tidak akan memiliki batasan geografis, karena dianya akan berkembang dan membesar secara otomatis. Dalam posisi ini maka bukan Iran lagi menjadi sasaran serangan tapi setiap musuh Negara Islam ini akan menjadi sasaran dari pengikutnya. Jadi permasalahan bukan hanya Hizbullah di Libanon, atau orang Syiah di Bahwain dan Saudi Arabia, tapi disetiap tempat dimana Israel dan Amerika ada akan menjadi sasaran serangan mereka. Jadi tidak heran kalau Al Baradei mengatakan bahwa serangan ke iran akan menjadikan bola api, tapi tidak hanya di Timur Tengah, tapi akan bermula dari Timur Tengah.
Serangan Israel ke Iran sebenarnya akan memicu berbagai kekeruhan di Timur Tengah paa khususnya dan dunia pada umumnya. Tidak aka nada terkecuali. Duniapun secara efektif akan menghadapi berbagai permasalahan yang hingga kini tidak akan dapat diprediksikan secara detail. Satu hal yang pasti dimana akibat semuanya akan bernilai negative. Bukan hanya kehancuran infrastruktur yang diakibatkan oleh satu peperangan tapi semua hal yang akan muncul dari satu peperangan akan dihadapi oleh semua fihak, karena peperangan yang akan terjadi ada ditengah pusat gerakan dunia. Timur Tengah adalah nyawa dari kehidupan, karena produksi Timur Tengah merupakan keperluan dasar setiap Negara. Dengan memulai melaukan satu kericuhan dan kekeruhan di pusatnya maka semuanya akan terkena akibatnya, termasuk Amerika dan Israel yang akan memikul akibat fatalnya.
Apapun, sekarang suasana di Timur Tengah sudah cukup keruh. Dengan terjadinya serangan Israel ke Iran, suasana tidak akan menenangkan suasana. Iran akan mempertahankan hak bangsanya sebagaimana hak bangsa lain yang disepakati oleh PBB. Jadi sangat aneh kalau Israel yang kedaulatan negaranya tidak diakui secara aklamasi di dunia, akan bertidak sebagai polisi dunia, sekalipun dengan bantuan Amerika, karena keduanya adalah Negara yang secara structural dibawah kedaulatan organisasi dunia. Kecuali memang organisasi ini sudah tidak harus diakui lagi keberadaannya. Lebih aneh lagi, Israel yang tidak ikut dalam NPT hendak menentukan sikapnya terhadap Negara yangmemiliki komitmen dengan ketentuan NPT.
Hanya ada satu hal yang perlu dilihat, yaitu ketetapan Allah yang tertulis dalam surat Isra’ ayat 7:”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu bebuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi kamu sendiri, dan jika datang hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang orang lain) untuk menyuramkan muka muka kamu dan mereka akan memasuki masjid, sebagaimana musuh musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis habisnya apa saja yang mereka kuasai”. [IM/R]
Views: 270
Komentar (2)
Beri Komentar
ATURAN DISKUSI
Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
SELAMAT BERDISKUSI
ISLAM MUHAMMADI_IM ISLAM MUHAMMADI - All right reserved 2008. AKOCOMMENT
Soal: Apakah madzhab-madzhab semisal Ja’fari, Zaidi, dan Ibadhi, termasuk masuk dalam kategori aliran Islam? Apa hukumnya menerima madzhab-madzhab seperti itu?
Secara singkat, Islam adalah pengucapan dua kalimat syahadat dan meyakini serta menjalankan keniscayaan dari keyakinan yang disebutkan dalam al-Quran al-Karim. Siapa saja yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan konsekwen dengan ajarannya, berarti ia dihukumi sebagai muslim dan berhak atas hak-hak sebagai orang Islam.
Firman Allah yang menyebutkan, bahwa Dia tidak membeda-bedakan diantara rasul utusan-Nya merupakan bukti, bahwa Al Quran memberikan penghormatan yang sama pada setiap agama dan nabi.
Istri mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri yang tewas dalam insiden terror beberapa tahun lalu, lewat suratnya kepada Sekjen Hezbollah Lebanon Sayid Hassan Nasrollah menyampaikan pujian dan penghargaannya kepada Moqawamah atas kemenangan yang diraih dalam proses pertukaran tawanan dengan rezim Zionis Israel baru-baru ini.
Dalal yang lahir tahun 1958 di kota Yafa Pelastina menguasai bahasai Ibrani sebagus bahasa Arab. Keberanian dan tekadnya yang membaja sudah bukan rahasia lagi di tengah para pejuang. Hari Rabu 16 Juli 2008, ketika peti-peti jenazah diserahkan oleh Palang Merah Internasional kepada Hezbollah, media massa dunia memberitakan bahwa pada salah satu peti itu tertulis nama Dalal Al-Moghrabi. Mendengar pemberitaan itu, kebanyakan warga Palestina tak mampu menahan diri dan larut dalam tangisan.
Kehadiran Sekjen Hebzollah Lebanon Sayid Hassan Nasrollah secara mengejutkan dalam acara perayaan pembebasan lima tawanan Lebanon dari penjara rezim zionis Israel membuat para pejabat Israel geram. Akibatnya, rezim ini kembali berpikir untuk meneror pimpinan Hezbollah yang menjadi simbol kepahlawanan di dunia Arab dan Islam itu.
Soal: Mengingat adanya banyak dalil yang mewajibkan persatuan umat Islam, apa pandangan Ayatollah mengenai istilah-istilah umat Islam, apakah istilah ini mencakup para pemeluk berbagai madzhab dalam Islam baik dari empat madzhab Ahlusunnah wal jamaah maupun
Soal: Apakah setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan shalat menghadap kiblat dan mengikuti salah satu dari delapan madzhab yang ada (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja’fari, Zaidi, Ibadhi dan Dhahiri) dianggap sebagai muslim sehingga darah, kehormatan dan hartanya harus dijaga?
Dalam laporan ini Urhon Behesyti, anggota Yayasan Ats tsaqalain, Belanda dan mantan dosen di Universitas Routerdam, Hojjatul Islam Sayyid Dzahirul Hasan Naqawiy, Imam Mesjid Pusat Kajian Islam dan Mesjid Ar Rasul, San Khozeh, Amerika.
Sekali lagi konspirasi Amerika dan Israel muncul melalui tangan-tangan kotor setan media Zionis Denmark yang menghina dan melecehkan kesucian Nabi Muhammad saw. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang kebetulan dan simsalabim, namun sebuah proyek yang terencana oleh musuh-musuh Islam dan pejuang aparteit dalam rangka memadamkan cahaya Islam.