Home
Wednesday, 20 August 2008
Pemerintahan Non-Pemerintah PDF Cetak E-mail
Wednesday, 11 June 2008

Indonesiaku

 

Indonesia, kalau dilihat maka penuh berisiskan semua potensi positif untuk dapat membangun dirinya hingga sampai menjadi negara maju (developed country ) atau lebih dari itu. Bukan hanya ditinjau dari jumlah penduduknya, tapi juga potensi akan kwalitas, geopolitik serta kekayaan bumi yang ada (baca:tersedia). Boleh dikatakan keberadaan Indonesia merupakan satu keberadaan yang penuh pengecualiaan kalau tidak hendak dikatakan sebagai jarang ada bandingnya.

 

Kemerdekaan yang konon telah diperjuangkan dengan semangat dan darah telah diyakini sebagai satu titik mulai untuk dapat menuju negara yang mensejahtaerakan rakyatnya. Sekarang telah lebih 60 tahun berlalu, kemerdekaan yang menjadi pemicu perjuangan baru masih menyisakan perjuanan lain. Kemerdekaan yang doeloe diperjuangkan dengan melawan penjajahan colonial Belanda termasuk dengan sekutunya telah menghasilkan kemerdekaan Indoensia, tapi sekarang setelah sekian tahun merdeka, Indonesia kembali di jajah dengan model penjajahan baru.

 

Penjajahan kali ini tidak dengan nama kolonial atau dengan menduduki posisi pemerintahan dalam negara ini secara langsung. Tapi selain dari itu, semua kriteria penjajahan masih tetap mengikat Indonesia. Bukan tidak disadari oleh bangsa Indonesia, tapi tampaknya sudah merupakan kesepakatan bersama bahwa bangsa ini ingin menikmati suasana terjajah itu lebih lanjut. Walaipun secara aklamasi tidak pernah diucapkan tapi minimal usaha untuk membebaskan diri dan perjuanan yang pernah dicontohkan dulu tidak pernah diusahakan lagi.  

 

Istilah Neo Kolonialisme ataupun tuduhan imperialism dengan timbangan Dependency teory bukan hanya sekedar pembahasan, tapi aplikasi yang ada menunjukkan kesemuanya. Dengan tuduhan “undevelope nation” Indonesia terpaksa harus terus menerima program mordenizing untuk memajukkan dan mengangkatnya dari the Third world. Yang berarti bahwa the First world berhak menjalankan plotnya untuk terus melakukan semua aktifitasnya menguasai negara yang ditetapkannya sebagai negara dunia ketiga itu, di dalamnya Indonesia.

 

Monopoli dalam semua bidang, mulai dari ekonomi hingga sampai dengan politik, dari pemikiran hingga sampai budaya. Sehingga Indonesia sendiri seolah telah kehlangan indentitasnya. Yang ada mereka tidak lebas dari nilai perbudakan dengan gaji yang kecil, istilah yang lebih diindahkan dengan nama cheap labor. Terpaksa Indoneisa dan Negara sebangsanya harus menerima bahwa semua kerjaan untuk tuan the first world.

 

Dengan senjata Multi Corporation disemua lahan, mulai dari kemanusiaan, lingkungan dan ekosistem telah memuruk Indonesia kedalam dunia gelap penjajahan (baca neocolonialism). Semuanya dijalankan dengan menggunakan kebaikan NGO (baca:lembaga swadaya masyarakat) yang dipasang oleh negara maju untuk memantau semua aktifitas yang dapat membawmereak lebih dalam dan lebih jauh lagi menusk dan mencungkil kekayaan yang ada di dalam negara ini. Anak anak banga dengan semua keluguannya dan iming iming gaji yang relative cukupan sudah membuat mereka tidak memperhatikan sejauh mana bangsa mereka harus menyerahan semua yang ada….termasuk marwah (harga diri)  bangsanya (kalau tersisa).

 

Semua negara yang berpredikat maju telah menggunakan kesempatan yang terbaiknya untuk mengeduk keuntungan dari Negara ii, yang berate sebaliknya, bahwa bangsa ini terpaksa menyerahakan keuntungannya kepada orang lain dan dirinya sendiri harus menanggung kerugian dari keuntungan yang orang ambil.

 

Ada beberapa gerakan multi nasional yang seolah hendak melawan colonialism yang baru ini. Tampak di permukaan Pan Asia Africa, NAM (Negara Non Blok) hingga dengan The All-African Peoples' Conference (AAPC) sampai dengan The Organization of Solidarity with the People of Asia, Africa and Latin America (OSPAAAL),. Tapi apa yang ada tidak labih dari permaianan untuk mebuat suasana menjadi float (mengambang), dan bukan untuk melawan imperalisme itu. Perjuangan yang setengah setengah ini tidakmembawa perubahan riil, kecuali hanya berbagai konfrensi menyemarakkan bentuk apa yang diusahakan oleh colonial.

 

Bukankah tidak ada orang yang faham dengan semua ini, tapi kelihatannya banyak permasalahan yang perlu dibuat sehingga tidak tahu mana yang terpenting diantara yang penting. NGO di Indonesia sekarang sudah seperti jiwa dan darah dalam kehidupan, sehingga antara darah asli dan darah palsu ini tidak ada pemisah lagi, persis seperti orang yang ketagihan, kalau saja harus berhenti dengan dengan keberadaan NGO seolah bangsa ini akan diam dari geraknya (baca: mati). Begitu canggihnya NGO ini bergeak sehingga semuanya akan tampak menguntungkan masyarakat, padahal yang diberikannya adalah gaji sebgai buruh tapi apa yang didapatkan oleh tuan NGO adalah harta kekayaan negara dan bangsa yang lebih dari sekedar itu.

 

Suasa sekarang menjadi sulit - karena sebagaimana orang yang kecanduan- diperlukan bukan hanya obat tapi juga kesadaran diri bangsa Indonesia sendiri. Karena untuk melepaskan penjajahan ini diperlukan p[erjuanganlagi, diperlukan semua kekuatan yang dapat menghilangkan kekuatan yang menguasai Negara Indonesia ini. Pemerintah Indonesia dengan sadar atau tidak sadar telah dikuasai oleh candu NGO merubah akalnya, sehingga tidak akan dapat bergerak kecuali menetralisir kembali NGO yang merasuk kedalam otak pemerintahan.

 

Jangan tidak ada yang tahu, betapa kekautan NGO telah berhasil menjadi kekautan massa yang dapat menjadi pengerak demand politik dan ekonomi(ingat-lihat kasus Ambon dan Papua).  Juga di dunia pendidikan, bangsa kehilangan alternative karena semuanya cara dan pola telah diambil oleh NGO yang disponsori negara asing, sehingga Indonesia tidak dapat tidak harus menyerahkan putranya untuk dijadikan budak lebih jauh. Karena salah satu dari konsekwensi dari itu adalah menjadikan sistim yang diingin oleh colonial agar dapat menguasai semua peringkat kehidupan di negara ini. 

 

Dalam idiologi beragama, tidak lebih dari itu. Dengan masuknya berbagai NGO tersebut maka tidak ada satu idiologipun yang selamat dari pada intervensi mereka. Sehingga tidak ada yang prinsip yang harus dipertahankan lagi, karena semuanya telah dimentahkan dengan berbagai cara. Kesatuan muslimin telah hancur ketika masuknya NGO kedalam urat saraf pertahanan muslimin di Indonesia sehingga dua organisasi besar haus menyerahkan putra terbaiknya ketangan penjajah dan pembunuh saudara saudara di Palestina. Pemimpinya dengan sedikit penghargaan dan imbalan yang tidak akan membawa dia menjadi manusia yang lebih layak dengan harga dirinya, telah bersedia menjadi pejuang Israel untuk melawan saudaranya yang hingga kini tanah dirampas, mereka terbuang dan istri dan anak anak mereka dibunuh. NGO ini telah berhasil merubah pola berfikir pemimpin organisasi Islam ini, dan tidak mustahil kepada sebahagian yang lain.

 

Betapa banyak Indonesia kehilangan dan kerugaian atas penjajahan ini. Tidak terhingga. Maka tidak ada jalan lain kecuali mawas diri dan kembali berjuang dibidangnya masing masing untuk melihat lebih dalam lagi atas keperluan bangsanya dan meninggalkan hanya sekedar keuntungan diri sendiri.  Pesan ini memang klasik tapi inilah obatnya. Memang jalan yang harus ditepuh menang tidak banyak, seperti semboyan yang lantunkan pejuang bangsa Indonesia ketika melawan Belanda penjajah:” Berjuan atau Mati” atau oleh para pejuang Islam sekarang :”Jihad atau Syahadah”, karena inilah jalan yang tertinggal. Kalau tidak gurita gerakan NON pemerintah ini akan selalu memerintah negara dan bangsa kita, Indonesia. [IM/R]   

 


Views: 131

  Komentar (2)
RSS comments
 1 kesadaran pemerintah
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya website, pd 13-06-2008 18:03
setelah smua argumen yang telah diungkapkan tadi,tidakkah sampai ketelinga pemerintah?! 
indonesia adalah sebuah negri berpotensi besar,tetapi ketika budaya asing mulai men-colonialisasi maka keterpurukaan adalah jawabannya. indonesia adlh negri dg penduduk islam terbesar yang merupakan kekuatan yang menakutkan bgi barat,tapi smua itu tak mendapat dukungan beerlebih dari negara muslim maju lainnya. kenapa? itulah jawabaan yang mesti kaum mulim cari. agar indonesia tak semakin terpuruk. bukankah sesama muslim bersaudara?????!!!
 2 Perlu
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 14-06-2008 12:26
memang perlu difikirkan dan direnungkan.. 
 
kenapa muslimin muslimin indonesia seperti gajah tidur...besar tapi tidak productif..dan yang paling menyedihkan semua produsinya hanya ada dalam mimpi karena kenyataannya sudah diambil orang..jangan jangan mimpinyapun buatan orang...

Beri Komentar
  • ATURAN DISKUSI
  • Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
  • Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
  • Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
  • Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
  • SELAMAT BERDISKUSI
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

ISLAM MUHAMMADI_IM
ISLAM MUHAMMADI -
All right reserved 2008. AKOCOMMENT

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mampus Israel..!!

Komentar Pembaca

Padamu Negri
Padamu Negri
ahsan, ahsan,tayyib, memang ha...
09/08/08 12:31 .

Aksi Kemanusiaan Tentara AS di Iraq
Allahhu akbar
saudaraku umat islam dimanapun...
07/08/08 12:59 .

JIHAD HUSEINI
-
nusantaraempire.wordpress.com
01/08/08 20:25 .

Al-Zawahiri: Dalam waktu dekat Israel da...
Dasar Khawarij dan Syiah
Khawarij Dengan Syiah koq berh...
30/07/08 20:10 .

Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi (I)
malaikat jibril a.s
Pada tanggal 3 bulan juli th 2...
28/07/08 21:46 .

Terjemah Al Quran Sesuai Dengan Tafsir A...
terjemah tafsir al-mizan
tolong data-data tentang terje...
28/07/08 12:26 .

Al Quran Termahal di Dunia
Bukan Bid'ah lah...kalau Bid'a...
27/07/08 23:20 .

Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tent...
renungkanlah!!
assalamu\'alaikum.. pertama s...
15/07/08 08:07 .

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Artikel Terkait

Karikatur

Genosida di Iraq

Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator

Galeri

   Hak Cipta © 2007-2008 Islam Muhammadi, All Rights Reserved

   Kontak Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya