Home
Wednesday, 20 August 2008
Sayyid Hasan Nasrullah: Kami Bangga dengan Wilayatul Faqih….. PDF Cetak E-mail
Wednesday, 28 May 2008
Ini adalah cara yang telah kami amalkan dengan Rafiq Hariri sebagai sebuah gerakan muqawwamah. Siapa saja yang mewarisi Rafiq Hariri hendaknya menerima ajakan ini. Ajakan ini tidak berarti perpecahan dua sisi, tiga sisi atau empat sisi. Kami hanya menginginkan kebersamaan, tidak adanya keinginan berkuasa dan perhatian hanya pada satu kelompok.

 

Assalamualaikum wr wb

 

Setelah memuji Allah swt dan mengucapkan shalawat atas nabi saw dan ahlul-baitnya yang suci.

 

Pertama-tama, saya haturkan penghormatan kepada ruh para syuhada Muqawwamah dan seluruh syuhada negara serta Abbas Musawi, penghulu syuhada Muqawwamah Islamiyah, Syaikh Raghib Harb, syaikh syuhada Muqawwamah, juga ruh Imad Mughniyah, saudara tercinta kami yang sampai saat ini tempatnya yang kosong masih terasa.

 

Saya ucapkan selamat datang kepada Anda semua dalam perayaan Muqawwamah . Anda semua yang kembali terjun dalam arena perjuangan dan  kembali membuktikan hakikat  Anda bahwa Anda adalah masyarakat yang paling bersih dan mulia. Janji pertolongan Allah untuk memberikan kekuatan kepada kaum mustadh’afin di muka bumi sebuah janji yang kekal dan takdir Allah adalah kehancuran para Fir’aun dan semua sekutu dan penolongnya.

 

Saudara dan saudari sekalian…….

 

Perayaan ke-8 kita adalah perayaan kemenangan Muqawwamah, rakyat dan negara kita yang tahun ini bersamaan dengan peringatan ke-60 “Kesengsaraan Palestina” dan pendirian rezim tiran Israel. Tanggal ini juga bersamaan dengan peringatan ke-30 serangan Israel ke Selatan Libanon pada tahun 1982 dan pendirian tembok perbatasan di daerah pendudukan. Kesamaan ini, pada hakikatnya, adalah kenyataan yang dapat dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman di Libanon, dunia Islam dan dunia Arab.

 

Tanpa mukaddimah, saya akan langsung mengemukakan inti pembicaraan, sebab saya punya banyak hal yang ingin saya utarakan. Saya akan mulai dari Libanon dan masalah muqawwamah.

 

Muqawwamah adalah jelmaan strategi dua sisi. Strategi pembebasan dan pengusiran penjajah serta strategi membela bangsa dan negara saat berhadapan dengan ancaman dan serangan. Kedua strategi dan sudut pandang ini muncul dalam hal pembebasan dan pertahanan dan inilah risalah dan pesan perayaan kita hari ini kepada Libanon, dunia Arab dan dunia Islam. Sebuah risalah dan pesan bersama dari seluruh mujahid yang disampaikan kepada seluruh saudara kita di Palestina dan seluruh mujahid di Irak. Sebuah pesan yang sangat jelas dan gamblang.

 

Ketika Isarel menyerang Selatan Libanon pada tahun 1978 dan menduduki sebagian daerah di sana, Dewan Keamanan PBB menetapkan Resolusi 425. Di Libanon kita memang tengah menantikan pelaksanaan resolusi dan kita hanya bersandar pada masyarakat internasional. Saat itu, kebutuhan akan sebuah strategi pertahanan Arab mengemuka di Libanon sebab Libanon memang tidak mampu menghadapi Isarael dengan sendirian. Namun, tak satupun dari dua keinginan ini tercapai. Masyarakat internasional tidak bergeming untuk melaksanakan resolusi 425 dan masyarakat Arab juga hanya membisu dan tanpa menciptakan sebuah strategi pertahanan, sebab masyarakat Arab sudah kehilangan nyali untuk konfrontasi.

 

Tetapi, di sini bukan hanya pada masyarakat internasional dan negara-negara Arab, sebab Imam Musa Sadr (semoga Allah mengembalikan beliau dengan selamat, Insya Allah) menawarkan pilihan lain berupa muqawwamah (perlawanan) ala Libanon. Dengan mengandalkan kekuatan para penduduk Selatan dan penduduk Libanon, tawakkal kepada Allah, dan menggunakan fasilitas yang ada, Muqawwamah mampu mencapai tujuannya.

 

Apakah hasil yang didapat dari Dewan Keamanan? Israel melemahkan Libanon dan mengatakan bahwa Libanon tak mampu melakukan perlawanan sehingga Israel menyerang berbagai wilayah Libanon untuk menghancurkan negara ini dan menciptakan kesengaraan bangsa Arab lainnya.

 

Saat menghadapi serangan Israel, sebagaimana negara-negara dunia dalam sejarah, Libanon juga terbagi dalam dua kelompok. Sepanjang sejarah, ketika sebuah negara diserang maka rakyat negara itu selalu terbagi dalam berbagai kelompok. Kondisi ini juga terjadi di Libanon, Palestina dan Irak.

 

Dalam melawan pendudukan Isreal dan bagaimana berhadapan dengannya, rakyat terbagi dalam berbagai kelompok. Sebagian besar rakyat memilih netral dan sabar menanti. Kelompok lain acuh tak acuh terhadap apa yang telah terjadi sementara hal yang paling penting bagi mereka adalah wisata dan jalan-jalan. Bagi mereka, kondisi negara sama sekali tidak penting. Kelompok ketiga adalah para kaki tangan seperti Anton Lahud. Kelompok keempat adalah kelompok yang memiliki kepentingan sama dengan kepentingan pendudukan. Kelompok kelima adalah kelompok yang kalah di dalam negri dan putus asa tetapi dengan dalil mengurangi kerugian yang ada mereka berusaha bekerja sama dengan musuh. Kelompok lain menentang kekuatan pendudukan secara politik dan publik tetapi mereka tidak mau berkorban. Kelompok terakhir meyakini bahwa kewajiban insani, akhlaki, agama (setiap agama), nasional mengharuskan pembebasan negaranya dari cengkaraman pendudukan dengan pengorbanan apa pun dan mereka juga siap untuk berkorban. Kelompok ini adalah Muqawwamah yang meyakini hal tersebut dan melakukan perlawanan.

 

Pengalaman dan pengelompokan ini adalah hal yang cukup alami dan natural dan tidak hanya terjadi di Libanon. Sebagai contoh jelas adalah tidak adanya kesepakatan nasional dalam berbagai hal. Sebagian berkata tidak ada kesepakatan dalam muqawwamah tahun 82 atau dalam masalah Palestina dan Irak. Ini benar; tetapi sebaliknya tidak ada kesepakatan nasional berkaitan kaki tangan, sikap netral, kerjasama dengan kekuatan penyerang dan sikap acuh tak acuh. Setiap kelompok memilih sikapnya sendiri-sendiri dan bergerak sesuai pilihannya masing-masing.

 

Kepada Anda dan semua negara yang diduduki, saya sampaikan bahwa muqawwamah tidak boleh menanti kesepakatan nasional. Muqawwamah harus mengambil senjata dan mengambil kembali tanah dan para tawanan dan meraih cita-citanya dengan mempersembahkan darah dan pengorbanannya.

 

Inilah yang terjadi di Libanon. Muqawwamah yang merupakan bagian dari rakyat Libanon, bukan seluruh rakyat Libanon,  adalah sekumpulan dari berbagai suku dan bersandar pada cita-cita, jihad dan kekuatannya sendiri. Dunia Islam dan Arab semestinya menolong Muqawwamah. Sayangnya, sebagian mereka malah menghindari kewajibannya. Namun, Syiria dan Iran menjadi pionir dan di samping mereka, sebuah kekuatan besar dan aktif  di dunia Islam dan dunia Arab juga menyertai Muqawwamah dan tercapailah kemenangan pertama pada tahun 1985. Kemudian, kemenangan bersejarah pada tanggal 25 Mei tahun 2000 tercipta yang merupakan kemenangan sempurna bagi Muqawwamah dan kekalahan terang-terngan bagi Israel dan rencana besar Isarel bernama “Dari Nil hingga Furat” terhenti di Libanon. Tentara Israel terpaksa keluar dengan kehinanaan dari Libanon dan tidak memperoleh apa-apa. Di sini, strategi pembebasan yang dilakukan Muqawwamah berhasil dengan sukses.

 

Ini terjadi ketika strategi perundingan tidak menghasilkan apapun. Strategi penantian juga akan membuat kita lemah dan malah memperkuat musuh. Pada tahun 2000 dan pada kondisi di mana strategi perundingan tidak berhasil, strategi pembebasan yang diusung Muqawwamah malah berhasil.

 

Di Palestina, setelah kesengsaraan pada tahun 1948, rakyat negara ini terus menanti saudara-saudara Arabnya untuk mengemukakan strategi tunggalnya. Rakyat Palestina terus menantikan masyarakat internasional, tetapi ternyata penantian ini sia-sia. Sampai kemudian terjadi perlawanan bersenjata perdana dan hasil perdana dari perlawanan itu mengingatkan seluruh masyarakat dunia dan kekuatan pendudukan bahwa ada rakyat Palestina dan sebuah negara bernama Palestina yang masih memiliki nilai-nilai mulia dan tidak akan melepaskan haknya walau harus berkorban. Slogan dan kekuatan ini masih ada sampai sekarang  dan Palestina mampu bergerak maju dalam berbagai lintasan sejarah berkat muqawwamah dan jihad bersenjata. Sampai kemudian tercipta kemenangan besar di bawah naungan perubahan ekuasi (persamaan) dunia dan Jalur Gaza yang terkepung itu mampu mengalahkan tentara Israel. Dan untuk kedua kalinya, setelah Libanon, tentara Israel terpaksa mengundurkan diri dari Gaza tanpa mengajukan syarat apapun dan tidak memperoleh hasil apapun. Sekali lagi, strategi pembebasan dan muqawwamah kembali menang sementara perundingan-perundingan tidak berupaya membebaskan tanah setapak demi setapak tapi juga harus membayarnya dengan mahal. Dengan demikian, sampai saat ini, dari Palestina hingga Libanon, sejarah telah membuktikan kepada kita, kaum Arab dan muslimin bahwa satu-satunya jalan keluar dari kesengsaraan dan berbagai pengaruh  militer, kemananan, mental, politik dan sosialnya, adalah muqawwamah, metode dan budaya muqawwamah serta cita-cita muqawwamah.

 

Berkaitan dengan Irak, saya katakan dengan singkat bahwa kekuatan okupasi Amerika dapat dilihat dengan jelas. Amerika menguasai Irak dan selama beberapa tahun ini mereka sekedar main-main atas nama demokrasi dan pendudukan. Namun, tujuan demokrasi Amerika di Irak akhirnya terbuka.

 

Sebelum pendudukan yang dilakukan Amerika, rakyat Irak sebagaimana negara-negara lain yang telah kami sebutkan, terbagi dalam dua kelompok besar. Sebagian meyakini operasi politik dan kelompok lain menginginkan perlawanan bersenjata. Adalah sesuatu yang alami jika kami mendukung perjuangan perlawanan bersenjata di Irak sebab kami sendiri telah mengalami hal yang sama. Para pendukung perundingan dan diplomasi di Irak juga telah mencicipi pengalamannya dan sekarang mereka berada dalam posisi yang sangat sulit berupa perjanjian-perjanjian internasional yang diharapkan Amerika akan disetujui oleh pemerintahan Irak. Di sinilah niat asli Amerika dalam permainan demokrasi terlihat dengan jelas. Dalam permainan demokrasi ini, Amerika membentuk sebuah Majlis dan pemerintahan  yang akhirnya Majlis dan pemerintahan inilah yang akan memperlihatkan legalitas pendudukan serta menandatangani kesepakatan yang akan memberikan kekuatan kepada Amerika untuk menguasai minyak, modal dan masyarakat Irak. Di sinilah terbukti bahwa para utusan perundingan dan mereka-mereka yang meyakini perundingan telah kalah. Anda mengatakan bahwa Anda ikut dalam operasi politik  agar Anda dapat mencegah kerugian yang lebih besar dan Anda memerangi pendudukan. Hari ini, Anda sebenarnya tengah menghadapi ujian. Apakah Anda akan menyerahkan Irak kepada Amerika selama-lamanya atau Anda akan mengambil rencana berdasarkan kemanusiaan, akhlak dan agama?

 

Hari ini, mewakili semua orang yang hadir di sini dan mewakili semua warga Arab dan muslimin pencinta kebebasan, kami minta kepada para pemimpin Irak untuk memilih posisi bersejarah dan mencegah kehancuran total Irak di tangan kekuatan pendudukan. Sebagaimana Muqawwamah di Libanon dan Palestina telah berhasil, muqawwamah di Irak juga akan berhasil dan mampu mengalahkan tentara Amerika. Kami minta Irak melakukan perlawanan bersenjata sebagaimana  yang telah dilakukan di Libanon dan Palestina sehingga Irak yang kokoh dapat dikembalikan kepada rakyatnya.

 

Sebelum mengakhiri pembahasan tentang muqawwamah, saya ingin mengatakan bahwa kami sebenarnya telah menunjukkan satu contoh dalam strategi pertahanan. Perang tahun 2006 adalah contohnya. Bagaimana sebuah muqawwamah nasional, sebagaimana ucapan Hakim Winogard, dapat berdiri menghadapi tentara terkuat di Timur Tengah? Oleh karena itu, kami tidak berbicara berdasarkan strategi pertahanan yang ada dalam buku-buku tetapi kami berbicara strategi yang sudah diuji coba dan telah mampu mengalahkan musuh. Strategi ini telah mengalahkan musuh dalam Perang Musim Panas 2006 dan mengubah berbagai ekuasi (persamaan) di kawasan.

Keteguhan, keberanian, dan perlawanan Anda telah mengurangi kemungkinan perang di kawasan. Kemungkinan perang yang akan dilancarkan Amerika menentang Iran juga berkurang setelah pelajaran yang diambil dari Libanon. Kemungkinan perang Israel melawan Syiria juga hilang setelah pengalaman di Libanon. Tetapi, perang Israel dan Fir’aun jaman kini, Goerge Bush, akan terus berlangsung dengan kekuatan mulia rakyat Libanon.

 

Setelah Perang Musim Panas 2006, kita menyaksikan pelaksanaan strategi muqawwamah di Jalur Gaza. Israel tidak lagi mampu menyerang Jalur Gaza; bukan karena Israel takut pada opini umum karena Israel telah mendapat lampu hijau dari Fir’aun era ini, George Bush, tetapi karena Isarel memang memiliki perhitungan sendiri dengan rakyat Palestina yang kuat dan memiliki semangat besar. Meski mereka dikepung dan kelaparan, tetapi Israel tidak mampu dan tidak kuat menghadapi mereka.

 

Di sinilah strategi pertahanan di Libanon dan Gaza menang meskipun tidak ada perbandingan sedikipun dalam hal kekuatan militer dan dukungan internasional di antara mereka. Oleh karena itu, kami melihat bahwa ketika George Bush, sebagai Firaun era ini, datang ke Palestina dan acuh tak acuh pada kesengsaraan rakyat Palestina dan malah mendukung Israel sepenuhnya, dia kemudian harus berhadapan dengan muqawwamah di Palestina dan Libanon. Israel telah menjanjikan kepada semua orang bahwa dia akan merayakan ulang tahun ke-120nya. Israel salah  besar karena Israel sebenarnya tengah memasuki ambang kehancuran. Bush sendiri telah berjanji kepada semua orang bahwa Hizbullah dan semua gerakan muqawwamah akan hancur. Kepada Bush dan Rice yang telah berbicara tentang kehancuran Hizbullah, saya katakan bahwa selama Hizbullah bersAndar kepada Allah dan memiliki rakyat yang sangat mulia, maka kalianlah yang akan kalah dan hancur..!.

 

Saudara dan saudari sekalian……….

Pada perayaan ke-8 Muqawwamah, kepada semua negara dan pemerintahan Arab saya minta untuk menganalisa dengan baik strategi pembebasan dan pertahanan dengan memperhatikan keseimbangan kekuatan di kawasan. Di Libanon, kami selalu menginginkan terciptanya strategi pertahanan nasional, tetapi bersamaan itu pula kami membutuhkan strategi pertahanan untuk kawasan pertanian Syab’a dan dataran Tinggi Kefr Syuba. Kami membutuhkan program pembebasan daerah itu dan para tawanan.

 

Pembebasan para tawanan adalah janji utama kami dan harus saya katakan bahwa para tawanan akan segera kembali ke Libanon dan ke tengah keluarganya lebih cepat dari apa yang Anda bayangkan.

 

Sekarang, saya akan membahas masalah Libanon dan kondisinya saat ini. Tetapi saya akan membahasnya sejak 25 Mei 2000. Tahun itu, penduduk sudah hadir di Bint Jubail dan saya bicara mewakili mereka dan mengumumkann kemenangan mereka. Kemenangan itu telah kami hadiahkan kepada seluruh rakyat Libanon, Palestina dan umat Islam…..!

 

Sudara dan saudari sekalian……….

 

Ketika saya ceramah di Bint Jubail, saya katakan bahwa kami hanya menjalankan kewajiban kami dan kami mencukupkan diri dengan keridhaan Allah dan kami tidak mengharapkan hadiah atau ganjaran apapun dari siapapun. Saya katakan bahwa kami tidak butuh kekuasaan. Tanah yang telah bebas dengan darah para mujahid adalah milik pemerintah Libanon dan pemerintahlah yang bertanggung jawab mengelolanya. Kami tidak mau bertanggung jawab dalam masalah keamanan atau pengelolaan Libanon.

 

Apakah ucapan dan amal perbuatan kami berbeda? Kami tidak menghukum satu pun kaki tangan musuh. Kami juga tidak pernah muncul bersenjata. Kami hanya menginginkan dua hal; satu perbaikan (rekontruksi) Selatan Libanon dan memperhatikan daerah-daerah miskin seperti Ba’laba, Harmul, dan ‘Akar. Tapi apa yang telah Anda lakukan?  Selama 8 tahun Anda menginginkan kekuasaan pemerintahan di kawasan Selatan. Apa yang menghalangi Anda? Semua rakyat Libanon tahu bahwa ada kawasan-kawasan di dalam negri yang melihat tanda dan jejak pemerintah hanya sekedar pemungutan pajak dan keberadaan pemerintah hanya sebagai polisi saja.

 

Hari itu saya katakan bahwa kami tidak menginginkan penyeimbangan sistem di Libanon dan perjanjian antar suku dan kami juga tidak menginginkan bagian apapun dalam kekuasaan. Kami tidak menginginkan apa-apa. Bersamaan dengan itu, sebagian kalangan menampar kami dengan membandingkan kami dengan muqawwamah Perancis dan Vietnam dan mereka berkata bahwa setelah pemembasan, Muqawwamah akan menyerahkan senjatanya. Saya katakan, seluruh muqawwamah yang menang sepanjang sejarah selalu merebut kekuasaan dan pemerintahan setelah kemenangannya; sementara kami sama sekali tidak pernah menginginkan hal demikian dan tidak akan pernah. Kami telah mengatakan kepada mereka bahwa kekuasaan dan pemerintahan milik Anda, tetapi Anda jangan hanya memandang satu golongan dan berlaku adillah……… serta perhatikanlah rakyat dan selesaikanlah kesulitan-kesulitan mereka. Kami bahkan tidak pernah meminta diikutsertakan dalam kekusaan dan pemerintahan. Siapa yang mampu mengungkapkan hakikat selain ini?

 

Hari ini, saya kembali mengulang janji bahwa Hizbullah tidak akan pernah menginginkan kekuasaan apapun dan tidak akan bermaksud menguasai Libanon untuk kemudian memerintah di Libanon serta memaksa rakyat Libanon menerimanya. Sebab kami meyakini bahwa Libanon adalah sebuah negara khusus dan multi suara. Tidak akan pernah ada kesuksesan di Libanon jika rakyat tidak bersatu dan sepakat dan kami hanya menginginkan persatuan dan kesepakatan rakyat Libanon ini….!

 

Banyak yang berusaha mengubah hakikat ini dalam berbagai media dan berkata bahwa “Sekte Wilayah Faqih” telah mengancam kami. Mereka mengira bahwa jika mereka berkata “Sekte  Wilayah Faqih” kepada kami adalah sebuah penghinaan bagi kami. Hari ini, saya umumkan bahwa saya bangga …bahwa saya masuk dalam Sekte Wilayah Faqih….., faqih yang adil….., berilmu, arif, berani, jujur dan ikhlash. Dan saya katakan kepada mereka bahwa Wali Faqih inilah yang berkata kepada kami bahwa Libanon adalah sebuah negara multi suara dan keanekaragaman suara ini harus kami jaga.

 

Dalam peristiwa akhir-akhir ini, banyak yang bisa diungkapkan. Dikatakan bahwa peristiwa ini pada hakikatnya adalah gerakan kekuasaan sebuah kelompok di Libanon. Mereka katakan bahwa di Libanon telah terjadi kudeta. Dikatakan bahwa pemerintahan memang seharusnya berubah dan Syiria kembali bergabung ke Libanon. Mereka banyak berbicara sebagaimana dalam Perang Musim Panas 2006. Saat itu Amerika berkata bahwa Libanon akan mejadi saksi kelahiran “Timur Tengah Baru” dan berkata bahwa Muqawwamah akan berperang untuk pengadilan internasional dan kasus nuklir Iran.

 

Tetapi hari ini, lewat tindakan dan kerja oposisi, jelaslah bahwa ini adalah dusta belaka, ketika pemerintah mundur dari dua keputusan ilegalnya dan Muqawwamah berhasil membuktikan bahwa Muqawwamah tidak mengorganisir untuk kudeta dan tidak menginginkan kekuasaan dan pemerintahan  serta tidak pernah berpaling dari ucapannya. Adalah hak oposisi mengubah plafon politiknya setelah peristiwa akhir, tetapi kami tidak mengubah ucapan kami dan dan tidak menaikkan plafon keinginan-keinginan kami. Kami berangkat ke Doha karena kami memang ingin membebaskan Libanon dari perang militer dengan Muqawwamah. Kami memang ingin membebaskan Libanon dari perang suku dan “Musim Panas Membara” sebagaimana yang dijanjikan oleh David Walls dan para pimpinannya.

 

Kami tidak memanfaatkan apa yang telah terjadi di arena politik dan kami tidak menginginkan apapun untuk diri kami sendiri; meskipun berbagai tuduhan telah ditujukan kepada kami. Dan saya tidak mau berbicara dalam hal ini.

 

Apakah pengalaman ini tidak cukup, bahwa mereka yang menuduh kami memimpikan kekuasaan mengetahui bahwa mereka salah menduga?

 

Pada perayaan Muqawwamah dan pembebasan seperti pembebasan Libanon, sekali lagi saya menginginkan kerjasama nasional hakiki yang di dalamnya tidak ada satu pihakpun yang menang atau kalah dan tidak ada satu pihakpun yang disingkirkan, semua warga Libanon diberi kesempatan untuk mendirikan sebuah pemerintahan adil dan hakiki yang di dalamnya para utusan hakiki rakyat dipilih dengan jujur. Dengan demikian, tersedia kesempatan kerja yang sama bagi semua warga Libanon tanpa aturan-aturan dari luar.

 

Beberapa hari lalu, Kabinet Saudi Arabia menginginkan penyeimbangan undang-undang di Libanon agar esensi undang-undang Libanon berubah dan tidak satupun negara asing mampu campur tangan dalam realitas politik dan sosial Libanon.

 

Saya pribadi, dari pihak Sekte Wilayah Faqih, menyetujui pelaksanaan penyeimbangan undang-undang dasar yang menjamin keanekaragaman Libanon dan mencegah campur tangan pihak lain di Libanon. Dalam oposisi nasional Libanon, kami menentukan rencana sendiri di bumi Libanon dan dalam perundingan Doha dan tidak ada seorangpun yang bisa memaksakan sesuatu kepada kami.

 

Saudara dan saudari sekalian….

 

Mengenai peristiwa akhir-akhir ini, saya berada dalam dua pilihan. Apakah saya menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi sebelum penetapan dua aturan pemerintah lalu akibat dan tujuannya. Dan saya sendiri tidak bermaksud merusak kegembiraan warga Libanon berkaitan perayaan ini, kesepakatan dan pemilihan presiden Libanon. Pilihan kedua adalah saya menunda seluruh pembahasan ini dan dengan demikian sebagian hal akan tetap samar bagi masyarakat; tetapi saya lebih memilih mengambil pilihan ini dan saya rela menanggung segala tuduhan dzalim kepada Muqawwamah dengan segala jiwa.

 

Meskipun demikian, dalam beberapa hal berkaitan peristiwa akhir-akhir ini harus saya jelaskan. Harus saya katakan, benar! telah timbul berbagai luka. Luka di pihak kami dan pihak mereka. Kami dan mereka berada dalam dua pilihan. Apakah luka itu kami perluas ataukah luka-luka ini kami sembuhkan demi Libanon. Kami lebih memilih pilihan kedua. Ucapan ini membutuhkan ucapan dan amal dan kami telah siap untuk itu. Yang penting bagi kami adalah menimba pengalaman. Hari ini saya tidak bermaksud berbicara tentang berbagai pengalaman agar tercipta keyakinan bahwa saya berbicara dari pihak pemenang. Kita akan membahas hal ini dalam kesempatan lain  yang lebih tenang dan tercipta kondisi untuk menyembuhkan berbagai luka serta dimulai tahapan baru di Libanon, tahapan yang bernama “Tahapan Pasca 25 Mei 2008”. Tahapan perayaan Libanon, Arab dan dunia internasional yang kita saksikan kemarin di Majlis.

 

Atas semua nikmat ini, ada beberapa poin harus saya sebutkkan:

 

Saya berterima kasih pada semua, warga Libanon, Arab, Liga Arab, kementrian Arab, pemimpin dan rakyat Qatar serta semua saudara dan sahabat, terutama Syiria dan Iran, dan seluruh warga Libanon yang telah membantu menciptakan kesepakatan ini.

 

Mengenai senjata, harus saya katakan bahwa pada hari ini, saya kembali menekankan bahwa saya setuju dengan pasal yang telah disepakati di Doha mengenai larangan penggunaan senjata untuk memperoleh kekuatan politik di dalam Libanon. Saya sangat setuju. Kita akan membahasnya pada tempatnya.

 

Senjata Muqawwamah adalah untuk berperang melawan musuh,  mempertahankan dan membebaskan Libanon dan para tawanan, bukan untuk memperoleh kedudukan politik. Namun, di samping ini ada satu hal yang harus saya sampaikan bahwa senjata pemerintah berarti senjata tentara dan pasukan keamanan untuk membela negara, hak-hak rakyat dan memperluas keamanan. Penggunaan senjata Muqawwamah di dalam Libanon tidak boleh; begitu juga  penggunaan senjata pemerintah untuk membrsihkan sebuah kelompok politik juga tidak boleh. Penggunaan senjata pemerintah hanya untuk menlenyapkan rencana pihak asing yang membuat Libanon lemah di depan Israel…dan senjata ini juga tidak boleh digunakan untuk memerangi Muqawwamah. Setiap senjata harus digunakan untuk tujuannya sendiri, baik senjata Muqawwamah atau senjata pemerintah.

 

Ketiga, tentang aturan pemilu. Tidak diragukan bahwa undang-undang yang telah ditetapkan di Doha adalah undang-undang terbaik jika dibandingkan dengan undang-undang sebelumnya terutama undang-undang tahun 2000. Kami memilih undang-undang ini sebab di dalamnya dijamin wakil-wakil rakyat yang terbaik jika dibandingkan undang-undang lainnya. Kami tidak mengatakan bahwa undang-undang ini adalah undang-undang yang terbaik. Undang-undang yang ada saat ini, adalah undang-undang pemecah masalah agar berbagai kelompok dalam negri Libanon mampu membebaskan Libanon dari masalah yang ada. Kami berharap akan tiba hari nanti di mana para pemimpin Libanon duduk bersama, jauh dari pertikaian, dan menetapkan undang-undang yang adil. 

 

Semua pihak mengatakan bermaksud mendirikan Libanon dan pemerintahan tetapi niat mereka itu akan jelas dalam pembahasan undang-undnag pemilu. Di Libanon, titik mula pengokohan pemerintah dan perluasan kekuasaannya adalah undang-undang pemilu. Ketika sebagian kita berusaha mennciptakan undang-undang pemilu berdasarkan pendapat pribadi atau kepentingan partai atau sukunya, mereka harus tahu bahwa sebenarnya mereka telah berbohong dan tidak menginginkan kemajuan negara. Mereka hanya menginginkan pertanian, bukan pemerintahan.

 

Bagaimanapun juga, undang-undang ini adalah jalan keluar yang mungkin dan saya berharap akan dilaksanakan Libanon di masa depan.

 

Keempat. Pemilihan Michael Sulaiman sebagai presiden. Kami memberi harapan kepada warga Libanon bahwa perjanjian dan tahapan baru telah dimulai di Libanon. Ceramah Presiden kemarin telah menciptakan keyakinan bahwa sebuah tahapan baru dan penuh dengan kesepakatan ada di depan kita.

 

Kelima, pemerintahan nasional bersatu. Melalui kerjasama sebenarnya pihak mayoritas dan oposisi, pemerintahan Libanon ini tercipta. Hal ini bukan menunjukkan kemenangan oposisi, bahkan kemenangan Libanon dan persatuan nasional. Tidak mungkin Libanon tetap kokoh dan maju kecuali di dalamnya tercipta kesepakatan.

 

Ketika di pusat Beirut Anda melakukan demonstrasi, saat itu saya ceramah dan saya katakan bahwa kita demonstrasi karena kita menginginkan pemerintahan nasional bersatu. Sebagaimana biasa, saya telah berjanji bahwa Anda pasti akan berhasil. Maksud saya bukanlah kemenangan satu kelompok atas kelompok lain. Saya yakin bahwa kemenangan Libanon akan tercipta lewat pendirian pemerintahan nasional bersatu. Ketika di Doha direncanakan untuk mendirikan pemerintahan nasional bersatu, Libanon sebenarnya telah menang seperti pada tahun 2000 dan kemenangan ini adalah milik semua rakyat dan semua kelompok.

 

Dari pihak pemerintah, saya harus katakan bahwa dengan segala kejujuran dan keseriusan, kami akan mempercepat pendirian pemerintahan ini. Sebelum ini, saya telah berjanji bahwa para wakil oposisi, semuanya, akan ikut serta dalam pemerintahan dan keikutsertaan ini tidak terbatas hanya pada Hiizbullah, Amal, Gerakan Pembebasan Nasional karena semua kesempatan tersedia di depan berbagai kelompok. Bahkan jika hal ini akan berakhir dengan kurangnya saham Hizbullah, sebab Libanon memang sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku.

 

Kami berharap, pemerintahan kali ini serius dalam menyelesaikan berbagai masalah besar Libanon sebab warga Libanon telah kehilangan banyak waktu. Pemerintahan yang bertanggung jawab dan seriuslah yang harus muncul.

 

Perihal lain adalah, dengan penuh kejujuran, saya minta seluruh gerakan para pendukung Syahid Rafiq Hariri untuk memanfaatkan pengalaman-pengalaman manusia besar ini dan ide-ide strategisnya untuk Libanon. Dengan pemikiran dan hati yang besar, dia mampu menjaga muqawwamah dan rekonstruksi Libanon.

 

Dengan akal Syahid Rafiq Hariri, Muqawwamah mampu mengatakan bahwa kami tidak meniru dan mengikuti ornag lain; tidak Hongkong dan Hanua, tetapi kami adalah warga Libanon yang menciptakan contoh sendiri. Kami mampu memperkenalkan pada dunia sebuah negara yang di dalamnya ada rekonstruksi, sistem perekonomian, pemerintahan, perusahaan-perusahaan dan kerja sama di dalamnya dan di sampinya ada sebuah muqawwamah yang tidak memiliki tanggung jawab kenegaraan tetapi bertanggung jawab membebaskan tanah dan membela Libanon dari ancaman musuh.

 

Ini adalah cara yang telah kami amalkan dengan Rafiq Hariri sebagai sebuah gerakan muqawwamah. Siapa saja yang mewarisi Rafiq Hariri hendaknya menerima ajakan ini. Ajakan ini tidak berarti perpecahan dua sisi, tiga sisi atau empat sisi. Kami hanya menginginkan kebersamaan, tidak adanya keinginan berkuasa dan perhatian hanya pada satu kelompok.

  

Saudara dan saudari sekalian….

 

Saya meyakini kekuatan Anda dan saya berdoa kepada Allah semoga musim panas di Libanon berlalu dengan damai. Mari kita bekerjasama. Ada dua mimpi: satu mimpi Libanon dan satu lagi mimpi Amerika. Impian Libanon bercerita tentang musim panas yang damai dan Amerika menjanjikan musim panas yang membara. Marilah bersama-sama mewujudkan impian kita.

 

Kepada semua warga Libanon dan warga dunia, saya berjanji bahwa saya akan berusaha sekuat mungkin dan membiarkan berbagai sensitivitas dan luka demi membangun Libanon bersama-sama.

 

Saya tidak akan menyebutkan nama siapapun sebab ada banyak nama di Libanon dan luar Libanon yang harus diberikan ucapan terima kasih. Cukup saya berterima kasih kepada para pemimpin politik dan mazhab di Libanon, dunia Islam, dan dunia Arab yang dengan sikap beraninya telah menggagalkan rencana Amerika yang selalu berusaha memperlihatkan pertikaian di Libanon sebagai sebuah pertikaian mazhabi.

 

Saya juga berterima kasih kepada para pemimpin politik, mazhab, dan berbagai kelompok lainnya di Durzi Pegunungann Libanon atas sikap nasionalisme mereka dan telah mencegah anggapan bahwa apa yang terjadi di Libanon adalah sebuah perang antara Syiah dan Durzi.

 

Saya juga berterima kasih pada para pemimpin Kristen.

 

Banyak yang berkata bahwa Hizbullah telah menyumbangkan syuhada dan malu untuk mengemukakannya. Tidak, kami sama sekali tidak malu dengan keberadaan syuhada kami. Dua syahid dari batalion Muqawwamah dan sebagain syuhada dari Partai Amal, Partai Suri-ye Qaumi-ye Ijtimai, Partai Demokrat telah gugur dan sebagian mereka muslim dan kristiani. Para syuhada ini adalah kebanggaan kami. Adalah hal biasa jika kami meyayangkan semua korban yang jatuh di kelompok lain. Kepada semua keluarga yang telah kehilangan anggota keluarga yang disayanginya saya katakan bahwa darah orang-orang tercinta Anda itulah yang membuat Libanon keluar dari kegelapan. Jika tidak ada pengorbanan ini, maka Libanon pasti sudah sampai pada titik yang tidak ada ada bekasnya lagi sebagaimana keinginan pihak asing.

 

Kita berterima kasih kepada seluruh syuhada yang telah menempatkan Libanon pada musim panas yang damai dan tahapan serta sebuah kehidupan baru.

 

Saudara dan saudari sekalian…..

 

Beirut ibukota yang kokoh dan kebanggan kita, Jubel yang mulia, Selatan Libanon yang penuh perlawanan, Baqa’ yang mulia dan seluruh desa di Libanon, semua partai dan suku Libanon, seluruh kelompok Libanon, terimalah segenap kasih sayang dan penghormatan serta tangan terulur kami untuk membangun Libanon yang kuat, mulia dan kekal.[im/mt/nov]

 

Wassalam wr wb 


Views: 398

  Komentar (1)
RSS comments
 1 hidup hisbullah
Ditulis oleh Ja'fari website, pd 01-06-2008 17:14
Dunia arab pernah mengalami kekalahan dari israel, arab yang selalu membanggakan dirinya sebagai umat yang memiliki sejarah lama dalam kepemimpinan, kalah menghadapi israel yang kecil. 
sungguh menjadi sebuah aib bagi mereka karena tidak ada satupun dari bangsa arab yang bisa mengambil hak mereka dari israel. 
hanya sayed hasan nasrullah dan hisbullah lah yang bisa mengembalikan hak-hak mereka ketangan mereka, akan tetapi sangat disayangkan karena Beliau (sayed hasan Nasrullah adalah orang yang bermadzhab syiah) Beliau disudutkan oleh mereka para raja arab yang duduk di singgasana milik rakyat. 
sungguh buta orang yang masih mengagungkan para Raja yang menjual harga diri rakyatnya karena ketakutan terhadap israel.

Beri Komentar
  • ATURAN DISKUSI
  • Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
  • Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
  • Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
  • Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
  • SELAMAT BERDISKUSI
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

ISLAM MUHAMMADI_IM
ISLAM MUHAMMADI -
All right reserved 2008. AKOCOMMENT

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mampus Israel..!!

Komentar Pembaca

Padamu Negri
Padamu Negri
ahsan, ahsan,tayyib, memang ha...
09/08/08 12:31 .

Aksi Kemanusiaan Tentara AS di Iraq
Allahhu akbar
saudaraku umat islam dimanapun...
07/08/08 12:59 .

JIHAD HUSEINI
-
nusantaraempire.wordpress.com
01/08/08 20:25 .

Al-Zawahiri: Dalam waktu dekat Israel da...
Dasar Khawarij dan Syiah
Khawarij Dengan Syiah koq berh...
30/07/08 20:10 .

Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi (I)
malaikat jibril a.s
Pada tanggal 3 bulan juli th 2...
28/07/08 21:46 .

Terjemah Al Quran Sesuai Dengan Tafsir A...
terjemah tafsir al-mizan
tolong data-data tentang terje...
28/07/08 12:26 .

Al Quran Termahal di Dunia
Bukan Bid'ah lah...kalau Bid'a...
27/07/08 23:20 .

Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tent...
renungkanlah!!
assalamu\'alaikum.. pertama s...
15/07/08 08:07 .

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Artikel Terkait

Karikatur

Genosida di Iraq

Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator

Galeri

   Hak Cipta © 2007-2008 Islam Muhammadi, All Rights Reserved

   Kontak Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya