HomeArsip Berita Gus Dur: "Seret Provokator Insiden Bangil ke Meja Hijau!"
Wednesday, 20 August 2008
Gus Dur: "Seret Provokator Insiden Bangil ke Meja Hijau!"
Thursday, 20 December 2007
Acara KONGKOW BARENG GUS DUR yang seyogyanya ON AIR di Radio Utan Kayu FM 68H Jakarta? setiap hari Sabtu, terpaksa OFF AIR pada hari ini (Jumat 07 Des 2007) dikarenakan Gus Dur harus keluar kota pada esok harinya.
Kali ini Acara KONGKOW BARENG GUS DUR kedatangan rombongan dari Bangil, yakni Ust. Muhammad BSA, Ust. Ali Zaenal Abidin, (YAPI) dan Ust. KH. Khoiron Syakur (Sesepuh NU Bangil). Kedatangan mereka adalah untuk silaturahim dengan Gus Dur sekaligus melaporkan adanya Tindakan Kekerasan terhadap sebuah masjid bernama Masjid Jarhum dan juga rumah ust. Ali Zaenal Abidin & Ust. Muhammad bin Alwi dengan mengatasnamakan mazhab atau golongan Islam, pada 19 November 2007 silam.
Bertempat di sebuah ruangan yang sederhana, mantan Ketua Umum PBNU ini terlihat santai dengan setelan batik. Dihadiri pula oleh sekitar 15 orang simpatisan yang empati terhadap kasus kekerasan tersebut. Beberapa dari LSM dan aktivis kepemudaan Islam.
Pelapor menjelaskan kronologi kekerasan yang terjadi, baik di Masjid Jarhum maupun Rumah kediaman. Berawal dari ceramah salah satu ustadz pada tanggal 25 Desember 2005 (dua hari sebelum kejadian), yang menyampaikan kesesatan-kesesatan ajaran Syiah dan mengajak kepada umat untuk segera bertindak agar ajaran Syiah tidak semakin menyebar di wilayah Bangil. Tindakan kekerasan tersebut terjadi di rumah Ust. Ali pada 27 Desember 2007 pukul 12.30 dini hari.
Suasana KONGKOW terasa akarab meski Gus Dur sesekali terlihat bersemangat dan sedikit emosi berkaitan dengan tindakan kekerasan yang ditujukan kepada Umat Syiah di Bangil. Gus Dur menilai terjadinya kekerasan atas nama aliran agama ini disebabkan oleh Fatwa MUI belakangan yang menyatakan beberapa Golongan sesat. Meski Syiah sendiri tidak termasuk yang disesatkan, namun fatwa tersebut membuat beberapa kelompok Islam melakukan tindakan kekerasan kepada golongan yang mereka anggap sesat, sebagai contoh yang terjadi diBangil dengan korban para pengikut mazhab Syi’ah. Gus Dur sendiri beranggapan bahwa, kalau mau kita cermati, tradisi-tradisi dalam NU beberapa mempraktekkan tradisi yang bersumber dari Syiah, seperti Barjanji, Shalawatan li Khomsatun dan beberapa praktek-praktek yang lain. Jadi menurutnya, NU adalah Syiah secara tradisi bukan Syiah politik.
KH. Khoiron Syakur (sesepuh NU Bangil) menyatakan bahwa sudah sejak bertahun-tahun, warga NU hidup berdampingan dengan warga Islam yang berbeda mazhab, dan tidak ada pertentangan apalagi sampai kepada perbuatan kekerasan sebagaimana terjadi sekarang.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengutuk dan berjanji melaporkan tindakan kekerasan ini ke Kapolri. Juga menginstruksikan agar warga NU tidak terpengaruh dan tetap mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan umat Islam namun sesungguhnya adalah upaya untuk memecah belah Umat Islam.[IM/MT] ML
Views: 1413
Komentar (1)
Beri Komentar
ATURAN DISKUSI
Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
SELAMAT BERDISKUSI
ISLAM MUHAMMADI_IM ISLAM MUHAMMADI - All right reserved 2008. AKOCOMMENT
Soal: Apakah madzhab-madzhab semisal Ja’fari, Zaidi, dan Ibadhi, termasuk masuk dalam kategori aliran Islam? Apa hukumnya menerima madzhab-madzhab seperti itu?
Secara singkat, Islam adalah pengucapan dua kalimat syahadat dan meyakini serta menjalankan keniscayaan dari keyakinan yang disebutkan dalam al-Quran al-Karim. Siapa saja yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan konsekwen dengan ajarannya, berarti ia dihukumi sebagai muslim dan berhak atas hak-hak sebagai orang Islam.
Firman Allah yang menyebutkan, bahwa Dia tidak membeda-bedakan diantara rasul utusan-Nya merupakan bukti, bahwa Al Quran memberikan penghormatan yang sama pada setiap agama dan nabi.
Istri mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri yang tewas dalam insiden terror beberapa tahun lalu, lewat suratnya kepada Sekjen Hezbollah Lebanon Sayid Hassan Nasrollah menyampaikan pujian dan penghargaannya kepada Moqawamah atas kemenangan yang diraih dalam proses pertukaran tawanan dengan rezim Zionis Israel baru-baru ini.
Dalal yang lahir tahun 1958 di kota Yafa Pelastina menguasai bahasai Ibrani sebagus bahasa Arab. Keberanian dan tekadnya yang membaja sudah bukan rahasia lagi di tengah para pejuang. Hari Rabu 16 Juli 2008, ketika peti-peti jenazah diserahkan oleh Palang Merah Internasional kepada Hezbollah, media massa dunia memberitakan bahwa pada salah satu peti itu tertulis nama Dalal Al-Moghrabi. Mendengar pemberitaan itu, kebanyakan warga Palestina tak mampu menahan diri dan larut dalam tangisan.
Kehadiran Sekjen Hebzollah Lebanon Sayid Hassan Nasrollah secara mengejutkan dalam acara perayaan pembebasan lima tawanan Lebanon dari penjara rezim zionis Israel membuat para pejabat Israel geram. Akibatnya, rezim ini kembali berpikir untuk meneror pimpinan Hezbollah yang menjadi simbol kepahlawanan di dunia Arab dan Islam itu.
Soal: Mengingat adanya banyak dalil yang mewajibkan persatuan umat Islam, apa pandangan Ayatollah mengenai istilah-istilah umat Islam, apakah istilah ini mencakup para pemeluk berbagai madzhab dalam Islam baik dari empat madzhab Ahlusunnah wal jamaah maupun
Soal: Apakah setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan shalat menghadap kiblat dan mengikuti salah satu dari delapan madzhab yang ada (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja’fari, Zaidi, Ibadhi dan Dhahiri) dianggap sebagai muslim sehingga darah, kehormatan dan hartanya harus dijaga?
Dalam laporan ini Urhon Behesyti, anggota Yayasan Ats tsaqalain, Belanda dan mantan dosen di Universitas Routerdam, Hojjatul Islam Sayyid Dzahirul Hasan Naqawiy, Imam Mesjid Pusat Kajian Islam dan Mesjid Ar Rasul, San Khozeh, Amerika.
Sekali lagi konspirasi Amerika dan Israel muncul melalui tangan-tangan kotor setan media Zionis Denmark yang menghina dan melecehkan kesucian Nabi Muhammad saw. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang kebetulan dan simsalabim, namun sebuah proyek yang terencana oleh musuh-musuh Islam dan pejuang aparteit dalam rangka memadamkan cahaya Islam.