|
Imam Khomeini qs berkata :” Diri dan apa yang dicintai dikorbankan untuk menegakkan agama dan keadilan. Kepada kita semua, anak Adam diajarkannya bahwa Mekah dan Mina adalah tempat pengorbanan para pencinta. Disini tempat kemenangan tauhid dan penolakan syirk, bahwa apa yang mengikat hati dan dicintai adalah syirik. Kepada semua anak Adam telah diajarkan bahwa untuk berjihad di jalan Allah dan ditablighkan dari tempat mulia ini keseluruh dunia” Imam Khomaini (rahimahullah alaih) Dalam salah satu ucapannya mengenai hari-hari Haji demikian berkata : "Pekara penting yang harus dilakukan oleh orang yang akan melakukan haji dan para ulama yang bertugas dalam urusan Haji, yaitu hendaknya menggunakan peluang yang penuh berkah ini dengan belajar dan memberi pendidikan tentang hukum-hukum Haji, karena dengan mengabaikan hal ini akan menyebabkan terjadinya banyak kesulitan seperti Haji yang terbatal atau terikat dengan (hukum) Ihram selama-lamanya". (kitab Shahifah An-Nur, jilid 18) Haji adalah satu perkara yang ditugaskan oleh Allah swt dan merupakan sunnah Nabi Adam as - manusia pendahulu- dan peradabaan Nabi Nuh as. Haji adalah kunjungan manusia dengan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan merupakan rumus persatuan umat atas jalan Nabi Ibrahim as -kekasih Allah swt-. Haji adalah penentangan kepada setan dan penyembahan terhadap zat Allah SWT. Dan mengumumkan pemutusan dari kesyirikan serta berpegang teguh dengan jalan para nabi Allah swt. Maka mengerjakan Shalat di sekitar Maqam Ibrahim as dan mengerjakan Sa'ie antara Shafa dan Marwah bersama para Malaikat di Arsy Ilahi adalah bagian dari kandungan Haji yang berpengaruh mendalam untuk jiwa manusia. Haji adalah satu bagian dari jihad. Dan paling agung cara peribatannya. Haji adalah pusat pengenalan dan perhubungan antara umat Islam yang agung. Dan tempat mengambil pelajaran dan membina diri. Haji adalah syiar yang paling terdahulu bagi seluruh Nabi Allah. Dan Kaabah adalah tempat yang paling awal untuk menyembah Allah diatas muka bumi ini. Sungguh para pengunjung Kaabah dan pelaksana Haji adalah para tamu Allah, yang menjadi tumpuan kasih dan kemuliaan-Nya. Maka betapa indahnya jika tetamu itu bertamu dengan dasar mengenal rumah yang didatanginya dan memahami peraturan penginapan di kota dan di rumah-Nya. Sungguh siapa yang bermaksud menjumpai kekasih, maka harus mengetahui cara-cara hidup di-kehadiranya dan mempelajari prilaku hadir disisinya. Hari-hari Haji adalah kesempatan untuk mengoreksi dari kependekan pikiran dan memerdekakan diri dari kelalaian dan keterikatan kepada dunia. Haji adalah gambaran dari salah satu gambaran hari Qiamat. Dan tempat eksperesi gerakan kemanusiaan yang menyeluruh dan pusat berdoa dan merendah, serta sebagai mimbarnya wahyu dan bacaan Al-Quran. Haji adalah kewajiban Islam yang menyeluruh dan salah satu dari cabang agama dan sebagai bendera Islam yang mulia dan cermelang. Manasik Haji adalah paling agungnya kewajiban berpolitik dan peribadatan dalam Islam, kalau dijalani dengan penuh pengertian dan pengenalan yang teperinci serta dengan ikhlas dan bertujuan mendekatkan diri kepada Allah swt, maka pasti akan merubah arah perjalanan manusia dan masyarakat Islam, serta menyingkirlah saitan hawa nafsu dari jiwa dan menyingkirlah saitan besar dari negri-negri Islam. Sungguh dalam perjalanan masalah Haji yang syariat ajarkan akan memberikan faedah spirtual yang besar dan membuka jalan untuk kedekatan dengan Tuhan. Oleh karena itu hendaknya bagi para pelaku Haji hendaknya mengkategorikan dirinya sebagai pelaku perjalanan maknawiat yang mengambil faedah dari para Ulama yang mulia dan mempelajari sumber-sumber Fiqih dan sejarah serta Akhlaq yang khusus mengenai Haji dan ziarat. Dan mempelajari tempat-tempat yang suci di kota Makkah, Madinah dan hendaknya menunaikan perkara-perkaranya dalam perjalanan ini. Dan sebagai argument perjalanan dan buah-bibir para jemaah Haji bahkan sebagai penyempurna Ibadan ini adalah hendaknya mereka bersyukur kepada Allah swt atas taufik ini, dan hendaknya mengingat seruan pemimpin besar Revolusi Islam berkenaan dengan Haji Ibrahimi, yaitu Imam Khumaini (r.a). Beliau berkata: "Hendaknya para ulama sedunia mengumpulkan jemaah Hajinya dan memberi pelajaran tentang manasik Haji dan bagi para jemaah Haji hendaknya tidak mengabaikan waktunya dari belajar. Dan hendaknya mengganti keterbatasannya dalam usaha mempelajari masalah-masalah itu.Dan mereka hendaknya menunaikan manasik Haji dengan penuh kefahaman". “Saya mengucapkan selamat Hari Raya Qurban untuk semua muslimin. Hari Raya yang mengajarkankan manusia kepada pengorbanan Ibrahim. Pengorbanan yang telah memberikan pelajaran besar keikhlasan dan jihad bagi anak Adam,orang suci dan aulia Allah. Selain dari Ambiya’, aulia’ dan orang orang khusus ‘ibadullah tidak akan mengetahui kedalaman nilai tauhid dan politiknya. Bapak Tuhid dan Penghancur berhala dunia ini telah memberikan pelajaran kepada kita tentang pengorbanan di jalan Allah yang selain memiliki aspek Tauhid juga memiliki aspek politk dan kemasyarakatan. Kepada kita telah diajarkannya dimana sesuatu yang paling dicintai dari buah kehidupan dikorbankannya untuk Allah dan baru kemudian merayakan Hari Raya (‘Ied). Diri dan apa yang dicintai dikorbankan untuk menegakkan agama dan keadilan. Kepada kita semua, anak Adam diajarkannya bahwa Mekah dan Mina adalah tempat pengorbanan para pencinta. Disini tempat kemenangan tauhid dan penolakan syirk, bahwa apa yang mengikat hati dan dicintai adalah syirik. Kepada semua anak Adam telah diajarkan bahwa untuk berjihad di jalan Allah dan ditablighkan dari tempat mulia ini keseluruh dunia” Views: 377
|
- ATURAN DISKUSI
- Perlu diketahui bahwa, redaksi tidak bertanggung jawab atas komentar yang masuk
- Usahakan komentar tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang masuk ke meja redaksi akan diseleksi.
- Komentar yang membangun dan tidak menghasut akan mendapat respon besar dari redaksi
- Setiap komentar bisa dikomentari secara timbal balik
- SELAMAT BERDISKUSI
|
ISLAM MUHAMMADI_IM ISLAM MUHAMMADI - All right reserved 2008. AKOCOMMENT |