Pendidikan Anak (37)

 

Permainan anak dibawah 7 tahun

Sebelum memulakan perbahasan kita harus memahami bahawa sebahagian hal yang berhubungan dengan masalah bermain tidak boleh hanya dikhususkan kepada anak yang berusia di bawah 7 tahun akan tetapi hal ini juga berlaku bagi anak di atas usia 7 tahun (maksudnya bukan bererti anak di atas 7 tahun tidak diperbolehkan bermain).
Masalah bermain pada masa kanak-kanak sangat penting bagi kehidupan si anak , hal ini sebelumnya ada hubungannya dengan riwayat dari imam Musa Al kadzim as tentang kenakalan anak pada masa kanak-kanak yang akan menyebabkan tumbuhnya sifat sabar di masa dewasanya nanti. Biarkanlah si anak bermain sesuka hatinya, tentu saja orang tua harus mengarahkan anak pada permainan yang sesuai dengan norma-norma agama dan masyarakat.

Pengalaman yang dialami oleh penceramah adalah ketika beliau berjalan dengan seorang arif, mereka melewati anak muda yang sudah dewasa akan tetapi masih berlaku dan bermain-main dengan kehidupannya dan juga kehidupan orang lain ( anak muda itu melakukan hal yang mengganggu orang lain melalui pekerjaannya). Arif tersebut berkata bahawa anak muda tersebut tidak diizinkan bermain oleh orang tuanya pada masa kanak-kanaknya maka itu setelah besar dia ingin terus bermain dengan kehidupannya dan juga mempermainkan orang lain. Padahal sejujurnya anak muda tersebut telah melewati masa bermainnya dan mencapai usia dewasa yang mana fasa tersebut berbeza dengan masa kanak-kanak (masa dewasa adalah masa di mana manusia mula berfikir dan menggunakan akalnya).

Anak manusia ibarat seekor burung yang akan menempati dan bersarang di tempat yang tenang, burung tersebut pasti tidak akan mendarat di suatu tempat apabila disana ada yang membalingnya dengan batu, dan juga tidak akan berdiri di suatu tempat apabila ada yang membuatnya terkejut, jangan sampai sebagai orang tua kita yang telah melempari anak kita di masa kecilnya dengan batu bentakan dan kekerasan sehingga menyebabkan si anak tidak diam di dalam rumahnya sendiri, sehingga pada masa dewasa dia pergi meninggalkan rumahnya tanpa merasakan adanya ikatan dengan anggota keluarganya sendiri. Hal ini kembali pada perasaan susah yang dihasilkan dari kekerasan yang dirasakan di masa kanak-kanak. Khususnya ketika anak-anak masih berada di bawah 7 tahun maka harus diberikan kepadanya kebebasan dalam bermain, di samping itu pendidikan pada masa ini tentu saja berbeza dengan 7 tahun ke atas yang mana pendidikan pada masa 7 tahun ke atas dilakukan secara langsung atau face to face akan tetapi pendidikan untuk anak di bawah 7 tahun harus dilakukan secara tidak langsung.

Beberapa poin yang ada dalam masalah permainan anak adalah kita sebagai orang tua harus dapat memberikan ruang bagi anak untuk bermain, dan harus berusaha menghilangkan segala hal yang menjadi potensi terjadinya kemarahan atau perasaan stress pada anak ketika sedang bermain. Boleh dikatakan bahawa sebagai orang tua kita harus dapat menciptakan tempat yang tenteram dan aman sesuai psikologi anak ketika dia sedang bermain. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan menyediakan tempat khusus bermain untuk sang anak misalkan jangan izinkan si anak bermain di tempat yang banyak barang pecah belahnya kerana nanti apabila sesuatu hal terjadi dan ada barang yang pecah, sengaja atau tidak sengaja si anak akan merasa disalahkan, lebih baiknya kita sediakan tempat bermain yang aman dan jauh dari barang-barang tersebut.

Sebagai orang tua kita harus berupaya untuk menjaga hubungan yang baik dengan anak kita,tentu saja dengan kasih sayang, jangan malah kita sendiri yang secara tidak langsung telah membuat anak kita menjauhi diri kita. Sayyidah Zahra as di dalam sebuah riwayat pernah bersabda yang isinya bahawa: paling baiknya kalian adalah yang paling lembut dan penyayang terhadap sesama. Dan kelanjutannya beliau bersabda: dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling penyayang dengan pasangan(isteri)nya.

Terdapat sebuah riwayat yang dari Rasulullah saw yang bersabda: bermain dan bersenang-senanglah (makan angin) kalian kerana aku tidak senang melihat ada kekerasan di dalam agama kalian.khutbah 962 Nahjul feshaheh,
Riwayat yang lain tentang bermain adalah riwayat yang dari Rasulullah saw tentang permainan anak-anak dengan tanah, atau riwayat tentang keikut sertaan Rasulullah saw dalam permainan imam Hasan as dan imam Husain as, dan juga riwayat yang memerintahkan kita(orang tua) untuk bermain dengan anak-anak. Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahawa kita sebagai orang tua terkadang harus ikut serta dalam permainan anak-anak kita, tentu saja orang tua dalam permainan tersebut tidak boleh seseorang yang menyeramkan kerana dapat menyebabkan gangguan psikologi pada anak, sama halnya sewaktu kita membacakan sutau cerita atau dongeng sebelum tidur , kita tidak boleh menceritakan sesuatu yang menyeramkan atau sesuatu yang terdengar sadis sehingga dapat mengganggu kejiwaan anak kita. Gangguan psikologi pada anak biasanya ditunjukkan ketika tidurnya yang tiba-tiba terganggu, mimpi-mimpinya, ataupun buang air kecil di atas tempat tidur.

Penceramah dalam hal ini telah melakukan penyelidikan tentang ubat yang digunakan oleh psikolog untuk mengembalikan ketenangan jiwa si anak; ubat yang diberikan psikolog biasanya adalah imipramine 10 atau 25, dan tertulis di dalam kitab farmasi bahawa obat ini adalah ubat yang digunakan untuk menenangkan. Apakah sesuatu yang masuk akal, apabila kita sendiri yang merosak ketenangan jiwa anak kita kemudian kita terpaksa harus menggunakan ubat kimia untuk mengembalikan ketenangan yang hilang tersebut?.

Poin penting dalam bermain dengan anak ataupun bercerita dan berdongeng adalah, kita harus menjadi contoh di dalam sifat kita kasih sayang, pengorbanan, kreativiti,dan juga pengajaran tentang hal-hal yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *