Pendidikan Anak (28)

 

Pendidikan anak berdasarkan pembahagian waktu dan masa hidup anak 5

8. Pengaruh makanan haram terhadap pendidikan anak di bawah umur tujuh tahun

Pada kesempatan ini kita akan membahas makanan haram pada anak di bawah umur tujuh tahun. Pembahasan ini merupakan pelengkap dari perbahasan yang sebelumnya tentang makan haram bagi ibu hamil. Masalah ini dianggap penting kerana berhubungan dengan bagaimana mendidik anak dibawah umur tujuh tahu kerana fasa ini anak sudah mula belajar makan sendiri tanpa disuap lagi oleh ibunya begitupun pengaruh makanan tersebut terhadap perkembangan anak baik dari sisi jasmani maupun rohaninya. Jadi segala sesuatu pasti mempunyai sebab dan akibat. Misalnya pengaruh minum dapat menghilangkan haus, tidur dapat menghilangkan lelah, dll.

Demikian pula dengan makanan haram yang dimakan oleh anak tentunya memiliki pengaruh pada ruh dan jasmaninya. Kalau ia memakan makanan yang sihat dan halal maka ruhnya akan terjaga dari hal-hal yang buruk.
Sebagaimana al Qur’an menegaskan “Barang siapa yang memakan harta anak yatim sesungguhnya yang ia makan adalah api, demikian pula memakan hasil riba sesungguhnya, yang dimakannya adalah api,begitupun juga dengan melakukan ghibah saudara seiman sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Oleh kerana itu barang siapa yang makan api maka yang ia hasilkan juga api. Dengan kata lain, mereka yang makan api, ia akan masuk ke dalam api neraka, dan tidak akan mungkin ia masuk syurga kerana kalaupun dia dimasukkan ke dalam syurga maka syurga dan segala isinya akan terbakar disebabkankan pengaruh dari apa yang ia makan. Oleh itu makanan haram dapat merosak perilaku dan akhlak anak. Allah swt pada ayat 12 surat qisas yang berhubungan dengan nabi musa menegaskan “Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu” kerana ketika nabi Musa as diangkat dari sungai sangat banyak wanita yang datang dan ingin menyusui nabi Musa as, akan tetapi nabi Musa as tidak mahuu menyusu dari wanita-wanita tersebut karena air susu mereka tidak suci dari makanan yang haram. Pada akhirnya ibu kandung nabi Musa as datang ke istana firaun dan menyusui nabi Musa as. Dan firaun tidak mengetahui kalau yang menyusui itu adalah ibu kandung nabi Musa as. Kerana pengaruh dari makanan haram juga dapat merosak nabi sekalipun. Oleh keranaitu, kita harus memperhatikan dengan serius masalah ini.

Imam Sadiq as bersabda ketika anak kalian lahir kemudian yang pertama ia minum adalah air sungai Furat maka ia akan menjadi pengikut (syiah) ahlul bait as. Riwayat ini ingin menjelaskan bahwa pengaruh air sungai furat pada waktu itu (awal kelahiran) dapat menjadikan seseorang menjadi pengikut (syiah) ahlul bait as. Sebagaimana pengaruh imunisasi pada anak dapat mencegah cacat fizikal sampai ia dewasa. Oleh itu pengaruh makanan haram sangat besar dalam merosak ruh dan jiwa seseorang. Oleh seba itu juga

kita harus menjaga anak-anak kita jangan sampai makan sembarangan tentunya kita juga kita tak berhak berburuk sangka pada setiap orang misalnya menuduh orang bahawa makanannya berasal dari barang haram, atau si fulan tak bayar khumus dll. Syariat juga tidak memberi hak pada kita untuk meneliti apakah makanan di rumah orang lain itu halal atau haram, oleh kerana itu apabila kita bertamu di rumah orang yang tak bayar khumus , atau harta yang ia dapatkan dengan cara yang tidak syar’i (haram) maka makanan tersebut tak akan berpengaruh walau ia haram kerana syariat tidak membenarkan kita meneliti keharaman makanan tersebut.

Ada sebuah cerita tentang seorang arif yang bernama Bahlul. Pada suatu hari seseorang datang kepadanya bermohon untuk menjadi muridnya hingga dapat menjadi seperti dirinya. Bahlul berkata “Engkau akan kuterima menjadi seorang murid tetapi dengan syarat engkau perlu menjawab dua pertanyaan dariku”, orang itu pun mengiyakannya. Kemudian Bahlul bertanya “bagaimana engkau makan?” orang tersebut menjawab “Sebelum makan saya berwudhu terlebih dahulu, menghadap qiblat dan memulainya dengan membaca basmalah”. Bahlul berkata “Jawabanmu kurang tepat”. Kemudian pertanyaan yang kedua “Bagaimana engkau tidur?”. Orang tersebut mejnjawab “ terlebih dahulu saya berwudhu, membaca ayat kursi dan tidur menghadap kiblat”. Si Bahlul berkata “jawaban mu kurang tepat dan kau gagal menjadi muridku”. Orang tersebut berkata “ Biarlah aku gagal menjadi muridmu tapi tolong berikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu”. Si Bahlul berkata “ Jawaban dari pertanyaan pertama adalah kau memperhatikan makananmu apakah makanan tersebut halal ataukah haram. Walaupun engkau berwudhu terlebih dahulu, menghadap qiblat dan memulainya dengan basmalah jika makanan yang engkau makan adalah makan yang haram maka engkau tidak akan dapat mencapai manusia yang baik. adapun pertanyaan kedua, “sebelum tidur, kau lupa bahwa tetanggamu sedang lapar sedang engkau tidur dalam keadaan kenyang”.

Oleh kerana itu dari cerita di atas kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahawa pada dasarnya makanan sangat mempengaruhi pendidikan seorang anak hingga dapat meraih kesempurnaan menjadi manusia yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *