Pendidikan Anak (24)

Pendidikan anak berdasarkan pembahagian waktu dan masa hidup anak

Dalam kitab-kitab riwayat kita telah sebutkan berbagai macam riwayat tentang pendidikan anak, akan tetapi hadist-hadis dan riwayat-riwayat tersebut belum dibahagikan secara tersusun.

Dalam kitab Bihaarul anwar jilid 60 halaman 661 terdapat sebuah riwayat dari imam Musa Al-kazim as yang menyebutkan: sudah sebaiknya anak-anak bermain dan melakukan kenakalan-kenakalan pada masa kecilnya sehingga mereka menjadi sabar ketika menginjak dewasa. Kemudian imam melanjutkan bahawa: hal itu layak bagi mereka(anak-anak).

Pada masa 7 tahun pertama , pendidikan pada anak bukan seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah pada umumnya seperti kedisiplinan dan ketertiban yang harus diterapkan di sekolah akan tetapi didalam riwayat tersebut terdapat sebuah cara pendidikan anak yang telah imam Kazim as sebutkan. Dapat dikatakan bahawa anak pada masa tersebut ketika dibiarkan bermain dan bebas meluahkan kenakalan-kenakalannya tanpa larangan dari ibubapanya, maka ketika melalui masa kecil secara automatik dia akan tumbuh menjadi orang yang sabar; kesabaran dengan sendirinya akan muncul di dalam dirinya. Perlu ditekankan sifat sabar disini termasuk sifat yang berhubungan dengan ruh manusia dan bukan sifat yang berhubungan dengan jasmani.
Rasulullah saw bersabda bahawa: bermain dengan tanah adalah taman bermain anak-anak, biarkanlah mereka bermain tanah.

Rasulullah saw kembali bersabda: barang siapa yang mempunyai anak maka dia harus menjadi seperti anak-anak.

Sesuatu yang menjadi kesalahan kita(orang dewasa),terkadang kita akan merasa bangga dan senang, apabila melihat seorang anak kecil dapat bertingkah seperti orang dewasa, sehinggakan terkadang kita sebagai orang tua memaksa anak kita supaya dapat berlaku dewasa padahal kita lupa kalau mereka perlu dan harus menjadi anak-anak pada saat sekarang.

Sebuah riwayat lagi yang disebutkan di dalam kita Bihaarul anwaar jilid 105 halaman 94, tentang cara mengajarkan anak zikir-zikir khusus pada masa-masa tertentu, zikir tersebut ibarat vaksin atau imunisasi yang harus dilakukan pada waktu tertentu untuk menjaga kesihatan anak. Sebahagian dari nota dalam mendidik anak adalah harus dilakukan tepat pada waktunya dan hanya berguna pada masa-masa tertentu. Contoh yang lain juga
tentang perubatan jasmani; seorang doktor dalam memberikan ubat juga memberi ubat tersebut dalam waktu-waktu tertentu, contohnya setiap 8 jam sekali ubat tersebut harus diminum. Diriwayatkan dari imam Muhammad Al baqir as bahawa: ketika anakmu telah mencapai usia 3 tahun (dalam hijriah qamariyah), panggillah dia dengan kelembutan dan ajarkan padanya untuk berkata : laa ilaaha illallah sebanyak 7 kali, setelah itu lepaskanlah anakmu sampai dia berumur 3 tahun 7 bulan dan 20 hari (dalam hijriah qamariyah) ketika sampai waktunya panggillah kembali anakmu dan katakanlah serta ajarkanlah perlahan-lahan padanya untuk mengucapkan : Muhammadur rasulullah, sebanyak 7 kali (pada saat itu juga). Setelah itu lepaskanlah kembali anakmu bermain sampai genap usianya 4 tahun , maka panggilah dia dan perlahan-lahan ajarkanlah padanya untuk mengucapkan kalimat: shallallahu ‘ala muhammadin wa aalihi sebanyak 7 kali, kemudian lepaskanlah kembali anakmu sampai usianya genap 5 tahun(5 tahun habis hitungannya), panggillah dia kembali dan tanyakan padanya: anakku sebelah mana tangan kananmu dan sebelah mana tangan kirimu? Dan ketika dia mengerti sebelah mana tangan kanannya dan sebelah mana tangan kirinya maka tunjukkanlah arah kiblat kepadanya, setelah itu tanyakan padanya tentang cara bersujud dan apa yang harus dilakukannya. Selepas itu imam kembali bersabda untuk melepaskan anaktersebut dan membiarkannya bermain sampai pada usia yang ke 7(iaitu 7 tahunnya sudah genap) maka perintahkanlah anakmu untuk mencuci wajah dan kedua tangannya(tidak perlu sampai mampu melakukan wudhu secara lengkap) dan ketika dia telah melakukannya perintahkanlah anakmu untuk solat dihadapanmu( jangan menyalahkan solat anak yang mungkin kurang sempurna), setelah itu kembali biarkanlah anakmu sampai usianya genap 9 tahun, ketika genap 9 tahun maka ajarkanlah padanya tata cara berwudhu yang benar dan lengkap (kemudian lanjutkanlah pelajaran yang lain untuk anakmu).
Tentu saja apa yang telah diutarakan dalam riwayat tersebut tidak ada pertentangannya, apabila si anak dalam usia 4 tahun sudah mahu melakukan solat dengan sendirinya bersama dengan ibubapa tanpa diperintahkan kerana dalam hal ini juga kita harus melihat potensi dan kemampuan anak didik kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *