Pendidikan anak (1)

 

Kajian 1 Pendidikan anak

PERNIKAHAN, AWAL MASA MENDIDIK ANAK

Kebanyakan orang awam beranggapan bahawa masalah pendidikan anak dalam Islam sudah kuno dan tidak sesuai dengan zaman sekarang, padahal masalah pendidikan anak dalam Islam sangat sempurna.

Menurut ajaran Islam, pendidikan anak memiliki beberapa tahap:

1. pada masa pernikahan
2. pada masa kehamilan ibu
3. pada masa menyusui sampai 2 tahun
4. pada masa anak berumur umur 1 sampai 7 tahun

Sistem pendidikan anak ini tidak akan kita dapatkan dimanapun selain daripada agama Islam dimana masalah pendidikan anak dijelaskan secara terperinci dan lengkap.

Pada zaman sekarang, manusia sudah memiliki banyak fasiliti dan kemudahan tetapi mereka tidak merasakan ketenangan dan ketenteraman. Masalah sebenar manusia bukan pada kemiskinan dan tidak adanya fasiliti, tetapi kerana kosong daripada ketenangan dan kebahagiaan jiwa. Oleh kerana itu, pertama sekali yang harus dilakukan adalah bermula dari kita sendiri dengan menciptakan perilaku baik dan mengurusnya sehinggga menjadi sumber kebaikan, ketenangan dan keberkahan bagi orang lain sehingga ketenangan hidup kembali kepada jiwa kita.

Di dalam masalah pendidikan kita berusaha menaikkan tahap cara berfikir dan berperilaku yang benar sehingga ketenangan yang diperlukan mampu dicapai. Jika kita tidak mengambil berat tentang pendidikan ini maka kehidupan kita akan pincang samada dalam lingkungan kecil seperti keluarga atau dalam lingkungan yang besar seperti sosial. Jika ingin mengenal tarbiah daripada sudut sejarah maka kita boleh lihat daripada kedudukan Hulagu Khan pada masa kekuasaannya yang mana dia berhasil menakluk banyak wilayah di Asia Barat Daya atau sekarang lebih dikenali dengan Timur Tengah, dengan diikuti oleh kekejaman yang luar biasa pada setiap daerah yang ditaklukkannya dimana semua kota yg dilalui pasti akan diratakan dengan tanah dan masyarakatnya dibunuh tetapi ketika sampai di qazwin dan bertemu dengan Syeikh Nasiruddin Thusi kerosakan dan kebengisannya berkurang dibanding sebelumnya. Syeikh mendidiknya secara perlahan-lahan dari seorang yang bengis dan kejam hingga menghargai kemanusiaan bahkan menjadikannya seorang muslim. Sejarah ini menunjukkan bahawa betapa pentingnya peranan tarbiah dalam kehidupan manusia.

Sepotong besi biasa mampu menjadi , pisau, paku , jarum dan jarum jam bergantung kepada kemampuan dan kemahiran pembuatnya begitu juga dengan seorang anak dan masalah pendidikan anak juga memerlukan waktu yang lama tidak boleh hanya dengan satu kali nasihat anak akan terus dididik.

Tarbiah anak sangat ditekankan kerana anak adalah hasil keberadaan kita bahkan dalam riwayat disebutkan bahawa 3 perkara yang pahalanya mengalir untuk kita meskipun kita telah meninggal dunia dan salah satunya adalah anak soleh.

Sesuatu yang pasti bahawa sebab keberhasilan keluarga dan kebahagiaan dunia-akhirat dalam sebuah keluarga adalah pendidikan. Dan pendidikan sejak kecil sudah boleh kelihatan kesannya. Contohnya seperti Imam Khomeini, Maulana Rumi, Sa’di merupakan hasil dari sebuah pendidikan. demikian pula Hitler juga merupakan hasil dari pendidikan. Orang-orang yang ada dalam sebuah masyarakat sosial semuanya adalah hasil dari sebuah pendidikan keluarganya. Hitler yang pada perang dunia kedua melakukan genosida terhadap 56 juta warga Eropah, dimana 17 juta menjadi mangsa korban dan 3 juta yang tidak tahu tentang nasibnya merupakan warga Jerman sendiri. ini adalah hasil pendidikan pada seorang yang bernama Adolf Hitle yang merancang pembunuhan ini. Jika Hitler merupakan individu yang soleh seperti Edison, Einstein, Prof Hesabi atau mereka yang berada dalam lingkungan pendidikan dan berguna bagi kehidupan kemanusiaan. Apakah cara menddik mereka sama. Ini semua merupakan tema-tema perbahasan pendidikan yang akan dibahas untuk mereka yang baru saja menikah.
Dalam kajian ini akan membahaskan pendidikan anak yang berusia di bawah 7 tahun pertama. Bahkan bagi mereka yang memiliki anak di atas 7 tahun, jika mereka memperhatikan perbahasan 50 pertemuan ini berkenaan dengan anak yang berusia di atas 7 tahun juga. Adapun hadis-hadis yang akan kami jelaskan berdasarkan rujukan Syiah dan Sunni. Dan memiliki sanad yang kuat, dalam 50 pertemuan ini akan memperkenalkan teori-teori praktikal pendidikan dan memaparkan kualiti-kualiti yang dimiliki oleh si pendidik.

Seorang anak ketika baru lahir maka dia berada pada titik nol, dan dengan pendidikan maka kita dapat menambahkannya menjadi plus satu, plus seribu, plus sepuluh ribu dan selanjutnya. Kita yang mengajar mereka dan bukan sebaliknya. Kita mampu mendidik mereka menjadi buruk hingga terjatuh, seperti minus satu, minus dua, minus seribu, minus sepuluh ribu dan seterusnya.

Dalam perbahasan ini akan membahas tentang pendidikan dari tahapan haiwan kemudian naik ke tahapan selanjutnya. Dan kami menawarkan cara berdasarkan hadis-hadis dari para Imam as. Karena Imam Shadiq as berkata: “Syiah kami bukanlah mereka yang mengikuti kami dari ucapan sahaja, atau yang mennyokong kami sahaja tetapi Syiah kami adalah mereka yang sesuai dengan perbuatan kami”. Kesimpulannya kita sedang menghidupkan dimensi kemanusiaan yang ada pada diri anak-anak kita. Sesuatu yang sangat penting
dalam perbahasan pendidikan bahawa dalam surah Tahrim “ …peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (At-Tahrim:6),

Allah Swt memerintahkan kepada kita “ …peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. kalimat “peliharalah” di sini dimaksud adalah tindakan mendidik. Yakni pendidikan yang benar dan rasional untuk mengarahkan pendidikan anak ke jalan yang benar.

Rasulullah Saw dalam menafsirkan ayat ini bersabda: “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian apa yang disukai oleh Allah, supaya mereka terbebas dari api neraka dan berada pada arah yang benar.”Dalam menafsirkan surah At Tahrim ini, Imam Ali as dalam sebuah hadis mengatakan: “Maksud dari “ …peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” adalah arahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar.” (Tafsir Amirul Mukminin Ali as)

Kemampuan melakukan pendidikan, mempelajarinya dan menerapkannya merupakan kewajiban orang tua terhadap anak-anak mereka kerana tugas orang tua bukan hanya memberikan makanan jismani kepada mereka, melainkan juga berkewajiban untuk mengembangkan potensi anak-anak mereka, dan menerapkan pada anak-anak mereka, sehingga anak akan menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat kerana masyarakat tidaklah bererti apa-apa, masyarakat memiliki partikel-partikel kecil. Partikel dan sel-sel ini jika tidak bekerja dengan baik maka sel yang kecil itu mampu menjadi sumber penyakit yang mengancam diri manusia. Dan sel kecil itu di dalam masyarakat yang kita sebut sebagai individu masyarakat jika mengidap penyakit a maka akan merosak keseluruhan masyarakat.

Oleh karena itu sel-sel kecil ini, yakni anak-anak kita jangan sampai kita anggap remeh sebagaimana satu sel yang boleh membawa kepada kematian dan mampu menjadi anak-anak yang tidak soleh yang merosak sistem masyarakat sosial dan mengakibatkan kehancuran. Sebagaimana kaum Nabi Saleh yang terdapat dalam Al-Qur’an bahawa pembunuh dari Unta Nabi Saleh hanya satu orang akan tetapi satu masyarakat yang hancur.Dalam tafsir berkaitan dengan masalah ini, Imam Ali memberitahu penyebab kehancuran umat ini secara rinci.

Namun pada pertemuan pertama ini hanya pendahuluan dan gambaran umum yang penting dari pendidikan anak. selanjutnya kita akan membahas kaedah-kaedah praktikal dengan mengulas sirah praktikal beserta ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan hal ini.

Dengan hak Muhammad dan keluarga suci Muhammad Saww, semoga Allah sentiasa memberikan pemahaman maknawi dan Qurani kepada kita dan menjaga kita dari kematian maknawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *