Cerita ringkas kelahiran Nabi Isa (a’laihissalam) dalam Alquran

(Surah Maryam ayat 16-36)

Dan ceritakanlah) kisah (Maryam di dalam Al Qur’an, iaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir) yang melindunginya (dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya) dalam bentuk (manusia yang sempurna.

Maryam berkata:” Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Ia) Jibril (berkata:” Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak lelaki yang suci”.

Maryam berkata:” Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan) pula (seorang pezina!”

Jibril berkata:” Demikianlah. Tuhanmu berfirman:” Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia) bersandar (pada pangkal pohon kurma, ia berkata:” Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah:” Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah:” Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata:” Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata:” Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
Berkata Isa:” Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab) Injil (dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku) mendirikan (solat dan) menunaikan (zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.)

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:” Jadilah”, maka jadilah ia.)

Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *