Mahdawiyah (1)

 

Al Mahdi

 

Al Mahdi adalah panggilan Sahibuz Zaman (ajf) yang paling terkenal.

Allah SWT telah menjadikan manusia bebas dan memiliki ikhtiar.  Dengan ikhtiar tersebut manusia mampu bertindak bebas tanpa dipaksa untuk beriman atau memilih untuk ingkar.

إِنَّا هَدَینَاهُ السَّبِیلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Sesungguhnya Kami memberi petunjuk jalan kepada manusia, ada yang memilih untuk bersyukur dan yang memilih untuk ingkar.[1]

 

Sebagaimana manusia yang lain, para Anbia juga diciptakan dengan memiliki ikhtiar.  Selain itu, mereka juga memiliki tanggungjawab untuk mengikuti jalan Allah swt, menyembah Allah swt dan melaksanakan taklif.  Mereka adalah orang yang pertama bangkit dari kalangan manusia dan mendahului yang lain dalam melaksanakan perintah Allah.  Ayat yang berikut menjadi bukti tentang hal ini ketika Nabi Ibrahim berkata:

إِنِّی ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّی سَیهْدِینِ

Sesungguhnya aku menuju kepada Tuhanku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.[2]

 

فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّی مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّی إِنَّهُ هُوَ الْعَزِیزُ الْحَكِیمُ

Lut beriman kepadanya (Ibrahim) dan (Ibrahim) berkata ‘sesungguhnya aku berhijrah ke arah Tuhanku, Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana.[3]

 

Baginda Rasulullah diperintahkan untuk bersabda kepada kaumnya:

قُلْ إِنِّی أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّینَ، وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِینَ

Katakan ‘Sesungguhnya aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dan mengikhlaskan agamaku untukNya dan aku diperintahkan untuk menjadi muslim yang pertama’.[4]

 

Mereka adalah yang pertama yang menelusuri jalan Allah swt.  Mereka adalah murid terbaik maktab Ilahi.  Allah swt sendiri adalah guru mereka yang mengajar mereka pelajaran Tauhid.  Mereka dibesarkan dalam maktab ini.  Sebelum mereka menjadi ‘Hadi’ – pemberi hidayah, mereka mendapatkan hidayah Allah terlebih dahulu.  Untuk mereka jalan menuju kepada Allah dan hakikatnya amat jelas dan terang.  Ini yang dimaksudkan dengan makna Al Mahdi.  Sudah tentu kedudukan Rasulullah, Amirul Mukminin, Fatimah Az Zahra dan Aimmah yang lain di antara para Anbia tetap terpelihara.  Imam Ja’afar As Sadiq di dalam salah satu doanya telah menjelaskan makna Al Mahdi ini.

وَ الْمَهْدِيُّ مَنْ هَدَيْت

Al Mahdi yang telah Kau berikan hidayah[5]

 

Allah memerintahkan Baginda Rasulullah untuk bersabda kepada kaumnya:

وَإِنِ اهْتَدَیتُ فَبِمَا یوحِی إِلَی رَبِّی

Dan jika aku mendapatkan pentunjuk, maka ianya disebabkan wahyu yang diturunkan kepadaku dan aku menuju kepada Tuhanku.[6]

 

Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya:

إِلَّا الَّذِی فَطَرَنِی فَإِنَّهُ سَیهْدِینِ

Kecuali yang telah menjadikan aku, maka sesungguhnya Dialah yang memberi pentujuk.[7]

 

Maka Allah SWT telah mengutus para Anbia Al Mahdi untuk manusia.  Diturunkan kepada mereka kitab-kitab untuk membantu manusia memilih jalan yang benar.  Mereka pemberi pentunjuk yang jelas ke arah jalan-jalan Allah.  Setiap yang menginginkan petunjuk perlulahnya berusaha untuk mengikuti mereka dan mendengar arahan dari mereka.  Al Quran secara jelas telah menentukan taklif manusia tentang hal ini.

أَفَمَنْ یهْدِی إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ یتَّبَعَ أَمَّنْ لَا یهِدِّی إِلَّا أَنْ یهْدَى

Apakah yang memberi pentunjuk kepada kebenaran lebih berhak untuk diikuti atau yang tidak memberi petunjuk kecuali diberi petunjuk.[8]

 

Rasulullah SAAW dan para Aimmah maksumin adalah salasilah para pemberi hidayah.  Allah SWT adalah yang mendidik dan pemberi petunjuk kepada mereka.  Orang-orang mukmin memanggil nama Imam Al Hujjat dengan panggilan Al Mahdi.  Mereka mengingatinya dengan nama ini.  Rasulullah SAAW telah menyebut nama para Imam dan sifat-sifatnya satu persatu, apabila sampai ke Imam yang ke 12, Baginda bersabda:

و الهادی المهدی شفیعکم یوم القیامه…

Dan Al Hadi Al Mahdi, pemberi syafaat kalian pada hari kiamat..[9]

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص‏ أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنَ النَّاسِ وَ زِلْزَالٍ يَمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا وَ قِسْطاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْراً وَ ظُلْما

Rasulullah bersabda: Aku memberi khabar gembira kepada kalian tentang Al Mahdi.  Dia akan diutus dalam umatku ketika manusia bersengketa dan goyang dalam akidah.  Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kebaikan setelah dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman.[10]

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص‏ يَخْرُجُ الْمَهْدِيُّ وَ عَلَى رَأْسِهِ مَلَكٌ يُنَادِي إِنَّ هَذَا الْمَهْدِيُّ فَاتَّبِعُوه

Rasulullah SAAW bersabda: Ketika Al Mahdi keluar dan di atasnya ada Malaikat yang menyeru ‘Ini adalah Al Mahdi, maka ikutilah dia’.[11]

 

Amirul Mukminin berkata:

فَكَّرْتُ فِي مَوْلُودٍ يَكُونُ مِنْ ظَهْرِي الْحَادِيَ عَشَرَ مِنْ وُلْدِي هُوَ الْمَهْدِيُّ الَّذِي يَمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا وَ قِسْطاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْراً وَ ظُلْما

Aku berfikir tentang kelahiran dari keturunanku yang ke 11, dia adalah Al Mahdi yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kebaikan setelah dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman.[12]

 

Di dalam ziarah Asyura, Imam Muhammad Al Baqir as menyebutkan keinginannya untuk hadir dalam pemerintahan Imam Mahdi demi menuntut darah Imam Hussain as.

و ان یرزقنی طلب ثاری مع امام هدی مهدی، ظاهر ناطق بالحق منکم

Moga penulisan singkat ini dapat membantu memahami sebab Imam yang ke 12 dipanggil sebagai Al Mahdi.  Moga kita semua mendapat taufik untuk bersama dengannya.

 

[1] Al Insan, 3

[2] As Shafaat, 93

[3] Al An’kabut, 26

[4] Az Zumar, 11 – 12

[5] Wasail Asy Syiah, Jl 6, hlm 24

[6] Sa’ba, 50

[7] Az Zukhruf, 27

[8] Yunus, 35

[9] Bihar Al Anwar, Jl 36, hlm 270

[10] Ibid, Jl 51, hlm 71, h 23

[11] Ibid, Jl 36, hlm 369

[12] Al Kafi, Jl 1, hlm 338

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *