Imam Hasan, Khalifah Ke-5

Imam Hasan as adalah cucu kesayangan Rasulullah saw. Beliau menyerupai Rasulullah saw dalam kelembutan hati, kesabaran, kepribadian, dan kedermawanan. Rasulullah saw telah mencurahkan kecintaan dan kasih sayang kepadanya di tengah-tengah kaum muslimin. Banyak hadis yang telah diriwayatkan darinya mengenai kedudukan dan ketinggian kedudukan Imam Hasan as. ini. Antara lain:

1. Diriwayatkan bahwa ‘Aisyah berkata: “Sesungguhnya Nabi saw pernah mengambil Hasan dan memeluknya kemudian berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya ini adalah anakku dan aku mencintainya dan mencintai orang yang mencintainya.’”
2. Menurut sebuah riwayat, Al-Barâ’ bin ‘zib pernah berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah saw, sedang Hasan berada di atas pundaknya sambil berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah orang yang mencintainya.’”
3. Diriwayatkan bahawa Ibn Abbâs berkata: “Rasulullah saw datang sambil memanggul Hasan di pundaknya. Seorang laki-laki yang menjumpainya berkata, ‘Hai anak, kamu telah menunggangi tunggangan yang paling baik.’ Rasulullah pun menimpali, ‘Dan penunggang yang paling baik penunggang adalah dia (Hasan).’”
4. Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang ingin melihat penghulu pemuda ahli syurga, maka lihatlah Hasan.”
5. Rasulullah saw bersabda: “Hasan adalah buah hatiku di dunia ini.”
6. Menurut sebuah riwayat, Anas bin Malik RA pernah berkata: “Hasan datang menemui Rasulullah saw. Aku menahannya. Rasulullah saw lantas berkata, ‘Celaka engkau hai Anas, lepaskanlah anak dan buah hatiku itu. Barang siapa yang menyakitinya, maka ia telah menyakitiku, dan barang siapa yang menyakitiku, bererti ia telah menyakiti Allah.’”
7. Ketika Rasulullah saw. sedang mengerjakan salah satu salat Maghrib atau Isya”, ia saw. memperpanjang sujud. Setelah selesai salam, orang-orang bertanya mengapa ia melakukan hal itu. Ia menjawab: “Ini (Hasan) adalah anakku. Ia menaikiku. Maka aku tidak ingin mengusiknya.”
8. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abdurahman bin Zubair berkata: “Di antara keluarga Nabi saw. yang paling mirip dengannya dan yang palingnya cintai adalah Hasan. Aku melihat Rasulullah saw. sujud dan Hasan naik ke atas punggungnya. Ia tidak mau menurunkannya hingga ia sendiri yang turun. Dan aku melihat Rasulullah saw. sedang rukuk, dan Rasulullah merenggangkan celah-celah kedua kakinya, sehingga Hasan dapat keluar dari arah lain.”

Banyak sekali hadis seperti itu yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. tentang keutamaan cucu kesayangan dan buah hatinya itu. Para perawi menukil sekelompok hadis lain yang menjelaskan keutamaannya, keutamaan saudaranya; Imam Husain as. penghulu para syahid, dan keutamaan Ahlul Bait as. Dan Imam Hasan termasuk salah seorang dari mereka. Hal itu telah kami jelaskan dalam buku kami, Hayâh Al-Imam Hasan as., jilid 2.

Perkembangan Hidup Imam Hasan as.

Rasulullah saw mengasuh dan memberikan teladan yang baik kepada Imam Hasan as. Baginda SAW mencurahkan seluruh perhatian kepada cucunya yang satu ini. Ayahnya, Amirul Mukminin AS sebagai pendidik terbaik dalam dunia Islam juga telah mendidiknya dengan baik. Ia telah menanamkan suri teladan yang mulia dan karakter yang agung di dalam lubuk hatinya sehingga Hasan AS menjadi manifestasi yang sempurna untuk seluruh karakter tersebut. Hasan juga dididik oleh penghulu semesta alam, Sayyidah Az-Zahrâ’ as. Ibunya ini telah menanamkan jiwa keimanan yang murni dan kecintaan yang mendalam kepada Allah swt.
Imam Hasan AS tumbuh di dalam rumah kenabian, curahan wahyu, dan pusat imâmah. Oleh karena itu, ia wajar menjadi teladan terbaik untuk pendidikan Islam dalam tingkah laku dan kepribadiannya yang agung.

Teladan Yang Agung

Dalam diri Imam Hasan as terpancar sifat yang luhur dan teladan yang agung. Dalam dirinya terpancar karakteristik datuk dan ayahnya yang telah berhasil menegakkan simbol-simbol kesedaran dan kemuliaan di muka bumi ini.
Imam Hasan as telah mencapai puncak kemuliaan, kehormatan, pandangan yang dalam, pemikiran yang tinggi, kewarakan, kesabaran yang luas, dan budi pekerti yang luhur. Semua itu adalah mutiara kemuliaannya.

Imâmah

Sifat utama Imam Hasan as yang paling menonjol adalah imâmah (kepemimpinan). Hal itu, kerana ia memiliki keutamaan dan potensi yang tidak dimiliki kecuali oleh orang yang telah dipilih oleh Allah SWT di antara hamba-hamba-Nya. Dan Allah swt telah menganugerahkan hal itu kepadanya. Rasulullah saw pernah menegaskan kepemimpinan Imam Hasan as dan Imam Husain as. Baginda bersabda: “Hasan dan Husain adalah pemimpin, baik ketika mereka berkuasa maupun ketika diam.”
Hendaknya kita merenung sejenak untuk memikirkan erti imâmah. Semua itu akan mengungkap bagi kita kemuliaan kedudukan dan keagungan Imam Hasan as.

a. Erti Imâmah

Definisi imâmah menurut persepsi ahli teologi adalah kepemimpinan umum seseorang yang menyangkut urusan agama dan dunia. Menurut definisi ini, imam adalah pemimpin umum yang wajib ditaati. Ia memiliki kekuasaan mutlak atas umat manusia dalam semua urusan agama dan dunia.

b. Perlu Kepada Imâmah

Kepemimpinan adalah salah satu keperluan utama dalam kehidupan umat manusia. Dan keperluan ini tidak dapat diabaikan dalam keadaan apapun. Dengan imâmah, urusan dunia dan agama yang menyimpang dapat diluruskan. Dengan imâmah, keadilan yang telah dicanangkan oleh Allah akan tercapai di muka bumi ini, kestabilan umum dan ketenteraman di kalangan umat manusia akan terwujud, berbagai kesusahan dan bencana akan dapat diatasi, dan kesewenang-wenangan orang yang kuat atas orang yang lemah dapat dicegah.
Faktor paling penting yang menuntut kehadiran seorang imam adalah menuntun umat manusia kepada penghambaan kepada Allah swt., menyebarkan hukum-hukum dan ajaran-Nya, dan menanamkan roh iman dan takwa di dalam diri masyarakat, agar mereka dapat menjauhi kejahatan dan mendekati kebaikan. Seluruh umat manusia wajib mengikutinya dan menjalankan perintahnya agar ia dapat menegakkan asas kehidupan mereka dan memberikan petunjuk kepada jalan yang benar.

c. Tugas-Tugas Seorang Imam

Tugas-tugas seorang pemimpin dan wali kaum muslimin adalah sebagai berikut:
1. Menjaga dan memelihara agama Islam dari orang-orang yang ingin merosakkan nilai-nilai akhlak.
2. Menjalankan hukum, menyelesaikan pertikaian masyarakat, dan membela orang yang teraniaya.
3. Menjaga negara Islam dari serangan musuh, baik berbentuk serangan militer mahupun pemikiran.
4. Melaksanakan sekatan dan hukuman atas seluruh perbuatan kejahatan yang menyebabkan umat menjadi sengsara.
5. Mengawal daerah-daerah perbatasan negara Islam.
6. Jihad.
7. Mengumpulkan dan menyalurkan harta negara, seperti zakat dan sebagainya, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
8. Melantik orang-orang yang jujur sebagai pegawai negara dan tidak mengangkat seorang pegawai hanya kerana ia mencintai atau mengutamakannya.
9. Mengawal urusan rakyat secara langsung dan tidak menyerahkannya kepada orang lain. Kerana hal itu merupakan hak rakyat atasnya.
10. Mengatasi pengangguran, meratakan kesejahteraan sosial sehingga meliputi seluruh lapisan masyarakat, dan membebaskan mereka dari kefakiran dan kepapaan.
Ini semua adalah sebagian tugas yang wajib dijalankan oleh seorang imam untuk umatnya. Perbahasan ini telah disiarkan dalam buku, Nizhâm Al-Hukm wa Al-Idârah fi Al-Islam.

 

Bersambung…